Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Quran
  4. /
  5. Kengerian Saat Ad Dukhan Datang

   Rubrik : Quran

Kengerian Saat Ad Dukhan Datang

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 11132 Kali

Kengerian Saat Ad Dukhan Datang

Sahabat Ummu, Ad dukhan jika dalam Bahasa Indonesia artinya “asap”. Ad Dukhan menjadi salah satu tanda datangnya kiamat. Allah berfirman,

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ. يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ . رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُونَ

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami azab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.” (QS. ad-Dukhan: 10 – 12)

Ad Dukhan juga merupakan salah satu surat di Al-Quran. Surat Ad Dukhan merupakan surat ke 44 yang terdiri atas 59 ayat. Menurut riwayat Bukhari secara ringkas ayat ini diterangkan sebagai berikut: Orang-orang kafir Mekkah dalam menghalang-halangi agama Islam dan menyakiti serta mendurhakai Nabi Muhammad sudah melewati batas, karena itu Nabi mendoa kepada Allah agar diturunkan azab sebagaimana yang telah diturunkan kepada orang-orang yang durhaka kepada Nabi Yusuf yaitu musim kemarau yang panjang.

Doa Nabi itu dikabulkan Allah sampai orang-orang kafir memakan tulang dan bangkai karena kelaparan. Mereka selalu menengadah ke langit mengharap pertolongan Allah. Tetapi tidak satupun yang mereka lihat kecuali kabut yang menutupi pandangan mereka. Akhirnya mereka datang kepada Nabi agar Nabi memohon kepada Allah supaya hujan diturunkan. Setelah Allah mengabulkan doa Nabi dan hujan di turunkan, mereka kembali kafir seperti semula. Karena itu Allah menyatakan bahwa nanti mereka akan diazab dengan azab yang pedih.

Sebenarnya, terdapat perbedaan pendapat tentang Ad Dukhan ini, ada yang berpendapat bahwa Dukhan yang dimaksud adalah kondisi kelaparan yang dialami masyarakat Quraisy, karena kering yang berkepanjangan. Dan ini terjadi setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Saking keringnya tanah, hingga debu-debu sangat mudah beterbangan ketika ada angin. Dan orang arab menyebut debu beterbagan dengan Dukhan. Demikian keterangan Ibnu Qutaibah, seperti yang disebutkan Ibnu Ayura dalam tafsirnya. (at-Tahrir wa at-Tanwir, 25/315).

Lalu ada yang berpendapat bahwa Ad Dukhan ini hanya akan muncul di akhir zaman, dilihat oleh semua manusia. Ini pendapat Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan diikuti mayoritas ulama, termasuk yang dinilai kuat oleh Ibnu Katsir. Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap ini menghembus orang kafir, sampai binasa.” (Tafsir Ibn Katsir, 7/249)

Dan pendapat terakhir merupakan gabungan dari kedua pendapat di atas, Al-Qurthubi mengatakan, “Mujahid mengatakan, bahwa Ibnu Mas’ud berpendapat, ada dua Dukhan. Salah satu telah terjadi. Sementara yang satunnya, akan memenuhi langit dan bumi. Setiap mukmin mengalami pilek. Sementara orang kafir, telinganya dilubangi.” (at-Tadzkirah, hlm. 738)

Ad Dukhan juga ternyata ditakuti oleh dajjal, karena Ad Dukhan membuat dajjal menjadi cacat dan para pasukannya hancur. Dajjal menjadi buta sebelah dan terdapat tulisan kafir di dahi karena efek Ad Dukhan.

Ada banyak hal yang itu di luar kemampuan manusia yang seharusnya memotivasi kita untuk semakin mendekat kepada Allah. Perbanyak istighfar dan taubat, memohon ampun kepada Allah. Apapun yang terjadi kelak, semoga kita selalu berada dalam lindungan-Nya.(Cucu Rizka Alifah)

Sumber: konsultasisyariah(dot)com dan berbagai sumber

Ilustrasi: Google

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)




Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top