Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Womenpreneur
  4. /
  5. Cara Mudah Mengelola Dana untuk Mengembangkan Usaha dan Menabung

   Rubrik : Womenpreneur

Cara Mudah Mengelola Dana untuk Mengembangkan Usaha dan Menabung

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 3374 Kali

Pak Gozali, saya seorang TKW di Hongkong. Alhamdulillah, dari hasil bekerja di Hongkong saya sudah punya usaha kecil-kecilan di Indonesia yaitu sebuah bengkel sepeda dan motor sekaligus kios yang menyediakan peralatannya. Usaha tersebut dikelola orang tua saya di kampung dengan apa adanya.

Jika kontrak kerja saya nanti habis, saya tidak ingin kembali bekerja di Hongkong. Insya Allah, simpanan saya sudahmencapai Rp30.000.000,-. Saya berencana mengembangkan usaha tersebut dengan menambah modal. Namun, saya juga ingin punya tabungan.

Jadi, apa yang harus saya lakukan terhadap uang simpanan tersebut, digunakan untuk mengembangkan usaha atau ditabung saja?

Nanda, Hongkong

 

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Minim Modal dengan Menjadi Reseller

 

Jawab:

Ibu Nanda, jika sudah mengumpulkan modal usaha, saya rasa memang ide yang sangat baik untuk kembali ke Tanah Air dan mengembangkan modal yang sudah dimiliki di Indonesia. Selain bisa memberikan penghasilan untuk Anda, juga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Nah, sekarang tinggal menilai cara mana yang lebih baik dalam mengembangkan modal yang sudah Anda kumpulkan. Mari kita bahas satu per satu alternatif tersebut.

Menambah Modal Usaha

Sebelum memutuskan untuk menambah modal, akan lebih baik jika Anda menilai dulu  perkembangan usaha Anda selama ini. Apakah sudah menguntungkan atau belum? Pertanyaan yang paling penting adalah, apakah dengan menambah modal usaha itu kemudian bisa menjadi lebih baik atau tidak? Terkadang sebuah usaha belum tentu bisa lebih maju dari sebelumnya walaupun sudah ditambah modalnya. Mungkin juga usahanya bisa lebih maju tetapi tidak sebanding dengan besarnya modal yang disuntikkan. Oleh karena itu, kita perlu menilai terlebih dahulu apa yang diperlukan oleh usaha Anda untuk bisa lebih maju.

Sebelumnya, pisahkan dulu pencatatan untuk usaha bengkel dan toko onderdilnya. Hal ini diperlukan agar Anda bisa menilai dengan lebih baik kondisi usaha Anda.

a)      Usaha bengkel. Faktor yang menentukan keberhasilan dalam usaha jasa seperti ini adalah keahlian montir dan peralatan pendukungnya. Bagi bengkel sepeda motor dan sepeda kayuh, saya rasa tidak terlalu banyak dibutuhkan alat-alat berat seperti halnya pada bengkel mobil. Jika peralatan dirasa sudah cukup, mungkin tidak perlu lagi Anda menambah modal untuk itu.

Faktor kedua yang paling mempengaruhi keberhasilan usaha bengkel adalah keahlian montir. Coba ikut sertakan montir Anda pada kursus-kursus keahlian montir atau belikan buku-buku yang bisa menambah wawasannya dalam hal perbengkelan. Saya rasa hal ini cukup berharga untuk dimodali. Selain itu, lihat juga apakah selama ini bengkel Anda sudah kewalahan untuk menerima konsumen atau tidak. Jika iya, penambahan modal mungkin diperlukan untuk memperbesar kapasitas bengkel dan menambah jumlah montirnya.

b)      Usaha toko onderdil. Untuk usaha perdagangan seperti ini, yang harus kita nilai adalah seberapa besar permintaan pasar dibandingkan dengan kemampuan toko untuk memenuhinya. Jika selama ini toko seringkali kehabisan stok atau barang dagangannya kurang lengkap padahal banyak konsumen yang membutuhkan, penambahan modal dalam bentuk penambahan barang dagangan tentunya dibutuhkan. Namun, jika selama ini toko hanya menyuplai kebutuhan bengkel sendiri saja tanpa adanya konsumen lain, saya rasa yang menjadi masalah bukanlah kelengkapan barang dagangannya melainkan masalah pemasarannya.

Menabung atau Berinvestasi

Mengembangkan usaha memang perlu untuk menambah sumber pemasukan, tetapi menabung sebaiknya juga jangan dilupakan untuk berjaga-jaga menghadapi kebutuhan di masa depan. Setidaknya ada dua tabungan yang perlu Anda miliki.

a)      Cadangan Pribadi

Pada saat kembali ke Tanah Air nanti, Anda sudah tidak lagi bekerja dan sumber nafkah Anda satu-satunya adalah usaha bengkel dan toko onderdil tersebut. Sebagai seorang pengusaha yang mengandalkan pemasukan hanya dari usahanya saja, saya rasa Anda perlu membuat dana cadangan untuk kebutuhan Anda pribadi, yaitu untuk berjaga-jaga jika terjadi masalah dengan sumber pemasukan Anda. Sebab bisa jadi usaha tidak selalu berjalan dengan lancar dan menguntungkan, wajar sekali jika sewaktu-waktu pendapatan usaha menurun dan tidak bisa memberikan keuntungan untuk pemiliknya. Oleh Karena itu, milikilah dana cadangan untuk mengantisipasi jika hal tersebut terjadi.

b)      Cadangan Usaha

Bukan hanya Anda pribadi yang butuh dana cadangan, usaha Anda pun membutuhkan dana cadangan untuk kondisi seperti di atas. Karena tentunya sebuah usaha harus tetap mengeluarkan biaya operasional walaupun konsumennya sedang sepi dan tidak ada pemasukan. Selain itu, usaha Anda juga mungkin perlu simpanan uang tunai yang cukup besar, misalnya untuk memperpanjang sewa tempat setiap tahunnya.

Setelah membahas satu-persatu alternatif alokasi dananya, kita sudah bisa mendapatkan gambaran apa saja yang akan dilakukan dengan dana yang akan Anda bawa pulang dari negeri seberang. Berikut tip dari saya untuk mengelola uang tersebut:

  1.  Jangan membawa pulang dan menyimpan uang Anda dalam bentuk tunai

Selain karena alasan keamanan, uang tunai cenderung mudah untuk dibelanjakan. Apalagi dalam jumlah besar yang belum pernah dimiliki sebelumnya. Mungkin Anda sendiri bisa menahan diri untuk tidak membelanjakannya, tetapi bukan tidak mungkin dorongan dari keluarga Anda yang lain bisa membuat Anda ingin memanjakan mereka dan membelanjakan uangnya secara kurang bijaksana. Jangan terburu-buru untuk menggunakannya sesampainya di Tanah Air. Simpan dulu uang tersebut di bank sampai Anda sudah bisa membuat rencana penggunaannya dengan lebih bijaksana.

  1. Hitung kebutuhan modal untuk usaha bengkel.

Dengan penjelasan di atas, coba buat perhitungan, berapa tambahan modal yang diperlukan untuk mengembangkan usaha bengkel yang Anda miliki tersebut. Ingat, ini urusan bisnis, jadi setiap uang yang keluar harus punya alasan yang cukup kuat untuk menambah lagi pemasukan.

  1. Hitung kebutuhan modal untuk usaha toko onderdil.

Hitung juga kebutuhan tambahan modal untuk usaha toko onderdil Anda. Apakah dengan menambah barang dagangan agar lebih lengkap lagi, atau dengan cara memperbesar tokonya agar terlihat lebih baik dan menarik lebih banyak konsumen untuk datang.

  1. Alokasikan dananya untuk poin 2 dan 3.

Setelah poin 2 dan 3 di atas sudah Anda buat, baru cairkan uang Anda dari bank dan dialokasikan untuk kebutuhan tersebut. Ingat, dananya dicairkan hanya jika rencana penggunaannya sudah Anda buat.

  1. Gunakan sisanya untuk ditabung.

Jangan semua digunakan untuk poin 2 dan 3, sisakan juga untuk ditabung. Buat setidaknya dua rekening untuk Anda. Yaitu untuk cadangan Anda sendiri dan untuk cadangan usaha.

Foto ilustrasi: google

Artikel terkait:

Ingin Berwirausaha Setelah Melahirkan Begini Caranya

Menjalankan Usaha Kue Kering

Musyawarah Nasional Asosiasi Muslimah Pengusaha Alisa “Khadijah” dalam Rangka Memperkuat Mitra Strategis, Merebut Pasar dalam Negeri

 

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top