Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Womenpreneur
  4. /
  5. Pentingnya Mengelola Harga Pokok Penjualan untuk Pebisnis Pemula

   Rubrik : Womenpreneur

Pentingnya Mengelola Harga Pokok Penjualan untuk Pebisnis Pemula

  Ditulis Oleh Miyo Si Dibaca 2033 Kali

Pentingnya Mengelola Harga Pokok Penjualan untuk Pebisnis Pemula
Pentingnya Mengelola Harga Pokok Penjualan untuk Pebisnis Pemula

Sahabat Ummi, pernahkah kita membeli barang dengan niat untuk dijual kembali? lalu, apakah saat kita menjual barang tersebut, kita akan menjualnya dengan harga yang sama dengan harga beli? jawabannya, tentu saja tidak.

Niat kita membeli barang dengan tujuan untuk dijual kembali adalah untuk mendapatkan keuntungan, yang itu artinya harga jual harus lebih tinggi daripada harga beli. Misalnya, harga beli sebesar satu juta, lalu kita menjualnya dengan harga Rp 1.200.000,00. Selisih harga beli dan harga jual tersebut adalah keuntungan kita.

Di lain kesempatan, kita membeli lagi buku dengan tujuan untuk kita jual kembali. Harga beli sepuluh buku berbeda tersebut Rp 300.000,00. Ongkos pengiriman buku Rp 50.000,00. Maka, bila kita hendak menjual kembali sepaket buku tersebut, apakah kita akan menjualnya dengan harga Rp 300.000,00 atau Rp 325.000,00? Jawabannya adalah tidak. Bila kita menjual paket buku tersebut dengan harga Rp 300.000,00 atau Rp 325.000,00, maka kita akan rugi karena biaya yang telah kita keluarkan untuk membeli paket buku tersebut total adalah Rp 350.000,00.

 

Baca juga: Membeli Barang Bekas Milik Wanita Sudah Pasti Bagus?

 

Dari ilustrasi di atas, sebenarnya, setiap orang sudah mengetahui konsep HPP atau harga pokok penjualan. Secara sederhana bisa dijelaskan bahwa HPP atau harga pokok penjualan adalah harga patokan atau pokok yang dimiliki oleh penjual ketika ia akan menjual suatu barang. Dan harga patokan tersebut berasal dari semua biaya-biaya yang dikeluarkan hingga barang dijual. Tidak mungkin bukan bila sebagai penjual, kita tidak memiliki patokan harga yang akan kita pergunakan untuk menentukan harga jual.

Sebagai contoh adalah ilustrasi di atas tentang penjualan paket buku. Sebagai penjual, bila kita ingin untung, maka harga jual yang kita tetapkan haruslah lebih besar daripada Rp 350.000,00. Dalam perusahaan dengan skala kecil atau skala rumah tangga, persoalan tentang HPP bukanlah persoalan yang rumit. Namun, bagaimana bila dalam perusahaan menengah ke atas atau perusahaan yang berbeda jenis usahanya (dagang dan manufaktur)? Masalah HPP bisa menjadi masalah yang krusial karena secara tidak langsung akan menentukan laba perusahaan.

Bila perusahaan salah menghitung HPP dan menjual barang di bawah atau sama dengan HPP, maka bisa dipastikan perusahaan akan rugi. Itu sebabnya, sebelum terjun ke dunia bisnis, entah jasa atau pun nonjasa, dan bisnis berskala apapun, calon pebisnis wajib memiliki pengetahuan mendasar mengenai konsep harga pokok penjualan, dari mana pun latar belakangnya (ekonomi/nonekonomi).

Referensi:

1. Ariefiansyah, Ryan dan Miyosi Margi Utami. 2012.

2. Cara Instan Membuat Harga Pokok Penjualan dengan Praktis. Yogyakarta: New Agogos.

Foto ilustrasi: google

Profil Penulis:

Miyosi Ariefiansyah (@miyosimiyo) adalah penulis lebih dari 40 buku dan ratusan artikel.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});