Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Womenpreneur
  4. /
  5. Membeli Barang Bekas Milik Wanita Sudah Pasti Bagus?

   Rubrik : Womenpreneur

Membeli Barang Bekas Milik Wanita Sudah Pasti Bagus?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 2693 Kali

Membeli Barang Bekas Milik Wanita Sudah Pasti Bagus?

“Dijual. Mobil bla bla bla. Eks Wanita.” Pernah lihat iklan semacam itu? Saya sering. Saat iseng-iseng melihat iklan baris bab otomotif selalu ada penawaran mobil dengan iming-iming “eks wanita”.

Sebagai usaha promosi, tentu si pemasang iklan bermaksud mengungkapkan sisi plus mobil yang akan dijualnya dengan mengandalkan kesan positif dari kata ‘wanita’ ini. Memang benar, wanita masih diasosiasikan dengan kesabaran, kelembutan, kerapihan dan keindahan, sehingga dibayangkanlah bahwa wanita itu akan mengemudikan mobilnya dengan baik, hati-hati, tidak ugal-ugalan dan karenanya mobilnya pun akan lebih terawat, mulus, bersih dan wangi. Tapi nanti dulu, bagaimana hubungan antara steoreotype ‘wanita’ ini dengan kualitas mobil. Rupanya hal ini harus dipertanyakan lebih kritis.

 

Baca juga: Lakukan Beberapa Hal Ini Sebelum Berbelanja Barang Diskon Akhir Tahun

 

Saya yang juga seorang wanita dan hidup di komunitas wanita—termasuk wanita-wanita pengendara mobil—mempunyai pengalaman tersendiri. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, meski amat memperhatikan penampilan diri, wanita-wanita yang ‘minimalis’ hingga yang paling modis pun ternyata agak cuek dengan urusan mobilnya. Mereka memang sering pergi ke salon, tapi bukan ke salon mobil. Mereka rajin berganti aksesoris, tapi bukan untuk aksesoris mobil. Singkat kata, mereka rajin merawat diri, tapi tidak untuk merawat mobil. Berbeda dengan kaum lelaki, yang ada suara ngelitik sedikit saja sudah membuat mereka rela bolak-balik nongkrong di bengkel mobil. Sedangkan para wanita ini, baru merasa harus pergi ke bengkel bila mobilnya sudah sampai pada situasi batuk-batuk bahkan mogok.

Teman-teman kalangan bengkel pun memberikan kesaksian bahwa rata-rata penyakit yang diderita para mobil kaum hawa ini sudah dalam kondisi ‘parah’ saat dibawa ke bengkel. Mereka sering mengalami masalah di tali kenteng, piston, matahari, dan lain sebagainya. Karena di samping perawatan yang minim, kebanyakan wanita juga ‘seenaknya saja’ dalam berkendara. Bukan berarti mereka suka ugal-ugalan seperti supir angkot yang sepertinya memiliki SIM “khusus” itu, tapi mereka ini biasanya malas menyesuaikan transmini dan lebih suka menginjak kopling ‘setengah-setengah’.

Wanita cenderung moody dalam berkendara. Ada saat-saat ia senang menyetir sendiri, ada pula saat ia sebenarnya lebih senang disupiri dan karenanya ia menyetir setengah hati. Nah, cara berkendara yang moody ini rupanya turut mempengaruhi kinerja mesin, setir, rem hingga ban sekaligus.

Wanita juga jarang memperhatikan jeroan mobil, melakukan tune up rutin, apalagi melakukan up-grade di sana-sini. Berbeda dengan pria yang sangat memperhatikan urusan tampilan mobil mulai dari mesin, interior hingga eksteriornya (kenyataannya memang jarang ada wanita yang mau-maunya bersusah payah menabung demi mendapat velg baru).

Nah, begitulah ceritanya kenapa saya selalu tersenyum-senyum bila membaca iklan mobil bekas yang diembel-embeli kata ‘eks wanita’. Bagaimanapun, tentu ada alasan lain mengapa pemakaian embel-embel ‘eks wanita’ masih saja ada. Boleh jadi itu memang merupakan salah satu jurus melariskan penjualan yang terbukti ampuh. Boleh jadi juga, masih banyak orang-orang yang percaya stereotype gender yang melekat pada wanita sebagai model ‘pemelihara’ juga mencakup ke pemeliharaan mobil.

Entahlah, mungkin-mungkin saja, tapi menurut saya pribadi, sih, berdasarkan pengalaman, pengamatan dan saran para mekanik di bengkel langganan, memilih mobil ‘eks wanita’ bukanlah pilihan bagus, kecuali wanita yang dimaksud adalah seorang pembalap, yang karenanya ‘melek’ perawatan dan kecanggihan mobil.

Foto ilustrasi: google

Profil penulis:

Ummu Urfi

Ibu Rumah Tangga

Depok, Jawa Barat

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top