Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih Wanita
  4. /
  5. Berhenti Menghujat Saudara Sendiri di Sosial Media

   Rubrik : Fikih Wanita

Berhenti Menghujat Saudara Sendiri di Sosial Media

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 4017 Kali

Berhenti Menghujat Saudara Sendiri di Sosial Media
Berhenti Menghujat Saudara Sendiri di Sosial Media
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Sahabat Ummi, saat ini media sosial memegang peranan penting, dari mulai hal yang baik seperti mencarikan orang hilang, memviralkan info-info penting, tapi juga bisa sebaliknya... menjadi arena hujatan dan cyber bullying.

Duh, jangan sampai ya kita terlibat sebagai pelaku cyber bullying karena ketidakmampuan berkata-kata yang baik di media sosial. Apalagi jika sasaran hujatannya adalah saudara seiman. Sadarilah bahwa di akhirat nanti ucapan dan tulisan kita di komentar/status akan menjadi saksi yang memberatkan atau meringankan dosa-dosa kita.

Lalu apa yang perlu dilakukan ketika melihat saudara kita melakukan kesalahan?

1. Nasihati secara pribadi

Ingatlah bahwa yang dinamakan menasihati adalah yang dilakukan secara empat mata, jika bermaksud menasihati tapi disampaikan di kolom komentar yang bisa dibaca orang banyak, itu namanya mempermalukan.

Imam Syafi'i di dalam syairnya menyebutkan:Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri, jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian. Sesungguhnya nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk sesuatu pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya. Jika engkau menyelisihi dan menolak saranku, maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti.

Jika melihat saudara kita melakukan kekeliruan, coba nasihati dia dengan cara menuliskan pesan via japri, menelponnya, atau mendatanginya langsung untuk bicara empat mata. 

2. Pergunakan kata-kata yang halus dan tidak melukai

Ketika kita mengharapkan kebaikan saudara kita, tidak selayaknya menggunakan kata-kata yang menyakiti atau melukainya, siapakah yang bisa berubah menjadi baik dengan cara disakiti atau dilukai? Bukankah Rasulullah memiliki tutur kata santun yang perlu kita teladani? Ingat lho... ini dengan saudara seiman kita sendiri, bukan dengan orang-orang kafir yang melakukan penistaan, pantaskah kita memberi kata-kata hujatan pada saudara seiman?

3. Mendoakan

Jika sudah mencoba melakukan perbaikan namun terlihat belum ada perubahan, jangan bosan untuk mendoakannya agar tetap istiqomah dalam kebaikan.

Sahabat Ummi, hapuslah segala komentar atau status buruk yang menghujat saudara seiman kita, jangan sampai status atau komentar tersebut memberatkan dosa-dosa kita di akhirat kelak. Na'udzubillah min dzalik.

Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});