Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Kecantikan
  4. /
  5. Beberapa Bahaya Bleaching untuk Kulit

   Rubrik : Kecantikan

Beberapa Bahaya Bleaching untuk Kulit

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 1324 Kali

Beberapa Bahaya Bleaching untuk Kulit
Beberapa Bahaya Bleaching untuk Kulit

Tidak dapat dipungkiri, memiliki kulit putih dan cerah adalah dambaan kebanyakan wanita. Kulit putih dan cerah memberikan kesan kulit yang sehat dan terlihat lebih cantik. Dalam mewujudkan kulit putih tersebut tak jarang beberapa orang memilih untuk melakukan bleaching. Tetapi tahukah Sahabat Ummi, bahwa bleaching yang terlalu sering dapat menimbulkan bahaya bagi kulit?

Perlu diketahui bahwa warna kulit ditentukan oleh kadar pigmen melamin pada jaringan kulit. Seseorang yeng memiliki kulit gelap menandakan bahwa ia memiliki kadar melanin tinggi lalu bleaching yang mengandung bahan aktif yang dapat mengurangi melanin tersebut. Sementara itu, mengurangi melanin secara tidak alami akan mengakibatkan mempercepat proses penuaan kulit. Produk bleaching yang mengandung steroid dapat memicu masalah kulit yakni, jerawat, kulit menipis dan infeksi.

Bahan-bahan aktif yang digunakan dapat menyebabkan dampak yang berbahaya. Misalnya, bahan merkuri yang digunakan akan berdampak pada pengelupasan epidermis kulit. Pada jangka panjang dapat menyebabkan rusaknya fungsi ginjal, sistem saraf, timbul masalah psikologis, serta kelainan fungsi otak bagi janin yang dikandung oleh ibu hamil yang melakukan bleaching berlebihan.

Kandungan bahan hidrokinon pada bleaching yang digunakan secara berlebihan juga dapat menyebabkan ruam pada kulit karena terbakar. Kelebihan penggunaan juga dapat memicu Hiperpigmentasi yakni menggelapnya warna kulit akibat pertambahan kadar melanin, bercak hitam adalah satu kondisi Hiperpigmentasi. Selain itu, dapat memicu vitiligo atau menghilangnya pigmen kulit secara keseluruhan akibat dari matinya sel melanosit, yakni penghasil melanin. Bercak-bercak putih adalah kondisi dari vitiligo ini. Ada pula Okronosis eksogen yakni kondisi dimana kulit menjadi berwarna biru kehitaman. Hal ini umumnya disebabkan karena penumpukan homogentisic acid atau yang juga dikenal dengan penyakit alkaptonuria.

Kandungan bahan stroid yang juga ada pada bleaching dapat menimbulkan jerawat, memperlambat penyembuhan luka, penipisan pada lapisan kulit sehingga kulit mudah terluka, serta terjadinya telangiektasis, yaitu pembuluh darah kapiler yang tampak pada permukaan kulit akibat tipisnya lapisan kulit. Selain itu, penggunaan yang terlalu sering dapat menyebabkan kataraka dan pelemahan tulang.

Selanjutnya, kandungan bahan Rhododenol dapat menyebabkan depigmentasi atau bercak-bercak putih pada kulit. Selain itu juga, kombinasi hidrokinon, kortikosteroid, dan retinoic acid dalam jangka panjang dan penggunaanya yang berlebihan dapat menyebabkan penipisan kulit serta membuat kulit berubah menjadi merah muda.

Sahabat Ummi, penggunaan bleaching memiliki efek samping yang parah yakni reaksi alergi kulit yang parah pada wajah. Hal tersebut karena kandungan bahan kimia yang terkandung pada bleaching. Bleaching yang juga dilakukan di area dekat mata dapat menimbulkan kemerahan pada mata bahkan hingga berair karena bau yang menyengat pewangi dari produk bleaching tersebut. Bahan aktif yang terkandung pada bleaching juga dapat menyebabkan kanker pada tahap yang parah. (Fikriah NurJannah)

Sumber : beauty(dot)babe(dot)news, alodokter(dot)com, vemale(dot)com
Ilustrasi: Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});