Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih Wanita
  4. /
  5. Apakah Suntik dan Infus Membatalkan Puasa?

   Rubrik : Fikih Wanita

Apakah Suntik dan Infus Membatalkan Puasa?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 2028 Kali

Apakah Suntik dan Infus Membatalkan Puasa?
Apakah Suntik dan Infus Membatalkan Puasa?
Sahabat Ummi, ketika kita sedang berpuasa, lalu membutuhkan pengobatan berupa injeksi atau suntikan,misalnya untuk menurunkan suhu badan, tekanan darah, atau semisalnya, apakah hal ini otomatis membatalkan puasa yang dilakukan?
 
Memang seseorang yang menderita penyakit dan jenis penyakitnya tersebut memperbolehkannya untuk tidak berpuasa, maka tidak mengapa untuk mengqodho puasanya di hari lain setelah Ramadhan, akan tetapi jika penyakit yang dideritanya justru bisa sembuh dengan berpuasa, maka ada baiknya ia berpuasa.
 
Lalu, jika penyakitnya membutuhkan pengobatan injeksi, apakah puasanya batal karena suntikan tersebut?
 
Para ulama kontemporer sepakat bahwa suntikan tidaklah membatalkan puasa. Akan tetapi beda halnya dengan infus, yakni suntik yang diberikan melalui urat nadi berfungsi sebagai pengganti makanan seperti glukosa dan sebagainya, maka beberapa ulama memandang infus membatalkan puasa karena infus tersebut membawa makanan yang dibutuhkan ke dalam tubuh.
 
Namun ada pula sebagian ulama fiqih yang menyatakan infus tidak membatalkan puasa karena dalam konteks kaidah fiqih, infus sama sekali tidak sampai jauf (tenggorokan) melalui mulut. Di sisi lain, infus pun tak mengurangi rasa lapar dan dahaga, orang yang diinfus tidak merasa puas dan kenyang karena sari makanan infus tidak masuk ke dalam perut besarnya.
 
Memang ketika diinfus, banyak yang merasakan kesegaran dan gairah, namun ini saja tidak cukup menjadi alasan batalnya puasa, karena mandi air dingin pun bisa membuat tubuh segar tetapi ijmak ulama menyatakan mandi air dingin tidak membatalkan puasa. Demikian pula mengenai infus, pendapat Yusuf Qardhawi, yang lebih kuat adalah infus tidak membatalkan puasa.
 
Akan tetapi perlu diperhatikan, apa alasan seseorang perlu diinfus? Kalau memang karena sakit yang cukup parah, maka orang tersebut memiliki pilihan kebolehan untuk berbuka.
 
Sumber referensi: Buku Fiqih Puasa, Yusuf Qardhawi
Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});