Sahabat Ummi, roti merupakan makanan sementara yang dapat dikategorikan sebagai pengganti nasi. Berbagai resep untuk membuat roti sangat digemari baik dari kalangan produsen untuk menaikkan nilai jual hingga konsumen pecinta roti. Beberapa memilih untuk membuat roti sendiri atau roti homemade yang dianggap lebih sehat dan bebas dikreasikan sesuai dengan keinginan hati. Tapi ternyata beberapa produk label homemade belum sepenuhnya sehat, oleh sebab itu perlu kecermatan untuk mengolahnya mulai sekarang. Beberapa tips agar mendapatkan roti yang enak juga lebih sehat :
1. Pastikan semua bahan yang digunakan benar-benar halal
Kehalalan selalu menjadi permasalahan utama setiap produk, terkadang beberapa bahan dalam pembuatan roti tidak mencantumkan label halal pada kemasan, akibatnya keraguan pun timbul untuk menggunakan bahan-bahan asing yang beredar. Sebaiknya mencari tahu info kehalalan pada setiap produk yang digunakan agar tidak menyesal saat makanan sudah dikonsumsi. Makanan sehat adalah yang halal dan baik bagi kesehatan.
Baca juga: Waspadai Keharaman Bumbu Masakan Jepang, Inilah Beberapa Alternatifnya
2. Menggunakan campuran tepung
Tepung terigu yang sering digunakan untuk membuat roti adalah jenis protein tinggi yang sebenarnya memiliki kandungan gluten, inilah salah satu penyebab roti sulit dicerna oleh tubuh. Akan tetapi penggunaan tepung terigu berprotein tinggi dapat diminimalisir dengan cara mencampurkan tepung lain yang bebas gluten seperti tepung beras, tepung jagung, dan tepung singkong serta tepung kentang. Misalnya, tepung terigu yang digunakan sebanyak 500gr maka dapat dikurangi menjadi 300gr dan sisanya diganti dengan tepung beras atau tepung jagung. Hasilnya pun sama-sama lembut dan baik, tergantung tata cara pengolahannya.
3. Kurangi penggunaan gula
Tujuan utama penggunaan gula pada roti bukan untuk memberikan efek manis, akan tetapi untuk makanan ragi yang digunakan sebagai bahan pengembang adonan. Kurangi penggunaan gula untuk membuat roti agar tidak boros dan gula darah dalam tubuh tetap stabil.
4. Cermati penggunaan mentega, margarin, dan butter
Ketiganya terlihat sama bukan? padahal bahan pembuatan ketiganya berbeda. Mentega pada umumnya terbuat dari lemak hewani, margarin dari lemak nabati, dan butter dari susu. Meskipun begitu, ketiganya tergolong bahan pelembut yang dapat menaikkan kadar kolestrol dalam tubuh. Jadi gunakan perbandingan yang bijak saat menggunakan ketiganya atau pilih salah satu dari ketiganya dengan persentase serendah mungkin.
5. Jangan menggunakan minyak sisa
Beberapa jenis roti mungkin dioven, sehingga lebih sehat dan beberapa lainnya digoreng. Menggoreng roti dengan minyak sisa hanya akan memperburuk kandungan nutrisi di dalamnya, karena lemak sisa bersifat trans yang membuat kadar lemak jahat bertambah. Setiap menggoreng roti gunakanlah minyak goreng baru yang masih bening agar nutrisi dalam roti tidak habis.
6. Pilihlah toping atau isian roti dengan tepat
Banyak sekali bahan-bahan yang digunakan sebagai toping serta isian roti. Kurangi toping atau isian yang sekiranya menambah kalori banyak, misalnya daging dan isian sejenis lainnya. Bisa mencoba menggunakan dark cokelat sebagai toping atau isian karena dark cokelat memiliki antioksidan yang baik bagi tubuh serta dalam beberapa kasus dapat meredakan batuk.
Foto ilustrasi: google



Komentar