Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. Tips Cerdas Mengelola Keuangan untuk Pekerja Lepas Freelancer

   Rubrik : Finance

Tips Cerdas Mengelola Keuangan untuk Pekerja Lepas Freelancer

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 861 Kali

Tips Cerdas Mengelola Keuangan untuk Pekerja Lepas Freelancer
Tips Cerdas Mengelola Keuangan untuk Pekerja Lepas Freelancer

Pengelolaan Cash Flow untuk Freelancer

Sekilas mungkin beginilah pandangan kita terhadap seorang freelancer atau pegawai paruh waktu: penghasilan pas-pasan dan tidak jelas, hidup sederhana bahkan mendekati miskin, tidak memiliki masa depan, dan lain sebagainya. Bila kita memiliki pikiran seperti itu, artinya kita masih berpikir dengan paradigma lama. Paradigma baru mengatakan bahwa seorang pekerja paruh waktu bisa menjadi lebih kaya daripada pekerja tetap.      

Sama halnya seperti pekerja tetap, bila kita menjadi pekerja paruh waktu, kita juga harus memiliki pengaturan keuangan pribadi yang tepat. Lebih-lebih dikarenakan kita tidak memiliki penghasilan tetap layaknya pegawai pada umumnya. Bila kita single pengaturan keuangan akan lebih sederhana dibandingkan jika sudah berkeluarga.

 Apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang pekerja lepas terkait dengan pengaturan keuangan pribadi?

  1. Catat pemberi kerja dan jenis pekerjaan yang kita lakukan

Biasanya, seorang freelancer memiliki beberapa pemberi kerja dalam arti freelancer tidak bekerja hanya untuk satu perusahaan atau instansi. Bila kita adalah seorang pekerja lepas, catatlah semua pemberi kerja yang berhubungan dengan kita. Simaklah beberapa contoh berikut ini:

Jenis pekerjaan: freelancer di bidang penulisan dan pengajaran

Pemberi kerja:

§  Universitas A ® sebagai dosen manajeman

§  Universitas B ® sebagai dosen akuntansi

§  Agen penulisan C ® sebagai redaktur fiksi

§  Penerbit A ® sebagai editor akuntansi

§  Penerbit B ® sebagai penulis nonfiksi

§  Perusahaan X ® sebagai redaktur newsletter

§  Perusahaan Y ® sebagai penulis konten

Tujuan dari pencatatan tersebut adalah melihat dan mengukur seberapa besar kemampuan kita untuk “hidup” dengan mengandalkan penghasilan seorang freelancer. Bila kita merasa belum cukup, kita bisa menambah pekerjaan kita, misalnya merambah juga sebagai penulis scenario atau reporter televisi.

  1. Catat setiap tanggal kapankita menerima honor

Setiap pemberi kerja memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam hal pemberian honor. Ingat, kita bukan pegawai tetap yang akan menerima gaji setiap tanggal 25 atau 30. Kita adalah seorang freelancer. Agar tidak rancu, bila kita bekerja untuk banyak instansi maka sebaiknya kita mencatat tanggal berapa saja mereka akan membayar beserta kisaran besaran honor yang akan kita terima.

  1. Mencatat klien potensial dan nonpotensial

Sebagai seorang freelancer, kita harus memiliki pemberi kerja lebih dari satu. Kita harus memiliki catatan tersendiri tentang karakteristik dari setiap pemberi kerja. Penting pula bagi kita untuk mencatat hal-hal yang berhubungan dengan pencairan honor, misalnya: A adalah klien yang tepat waktu dalam memberi honor, klien B sering terlambat dua hari, klien C paling lama terlambat bahkan hingga satu bulan, dan klien D sama sekali belum memberi honor.

  1. Investasi menjadi hal yang wajib

Apapun profesi kita, investasi merupakan hal yang wajib dilakukan. Terlebih bagi seorang pekerja lepas, investasi merupakan salah satu pintu gerbang menuju “kemerdekaan” suatu saat nanti. Di saat kita sedang berada di puncak dengan penghasilan yang besar maka porsi untuk investasi juga seharusnya besar.

  1. Penghasilan kita sebagai freelancer bersifat variable sedangkan pengeluaran bersifat fixed

Tak seperti seorang pekerja kantoran, mereka memiliki penghasilan yang tetap dengan pengeluaran yang tetap dan variable. Pekerja lepas adalah sebaliknya. Penghasilan yang bersifat variable artinya penghasilan yang bergantung pada sesuatu dengan jumlah yang tidak tetap. Adapun penghasilan seorang freelancer bergantung pada kerja keras kita, besarannya pun tidak tetap. Sebaliknya, kebutuhan kita cenderung tetap. Memiliki uang atau tidak, memiliki penghasilan atau tidak, kita pasti akan tetap membutuhkan makan, minum, membayar air, listrik, dan telepon sebagai pengeluaran.

            Sebaiknya kita membuat pos baru. Mungkin dapat kita beri nama unemployment. Untuk mengisi pos ini,  kita dapat menyisikan sekian persen dari honor setiap bulannya. Pos tersebut merupakan dana cadangan yang akan kita gunakan di saat kondisi kita sedang memprihatinkan. Oleh karena pekerjaan kita tidak tetap, suatu saat sangat mungkin terjadi kita tidak mendapat pekerjaan dan tentu saja tidak memiliki panghasilan. Oleh karena sebelumnya kita sudah memiliki pos unemployement maka kita tidak perlu khawatir tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup.

  1. Passive Income adalah hal yang sangat penting

 

Sebagai seorang freelancer, kita tidak perlu sedih karena tidak mendapatkan uang pensiun. Kita bisa membentuk uang pensiun sendiri. Dana tersebut bernama passive income. Passive income bisa kita ciptakan melalui kegiatan: investasi dan menabung. Tak perlu kita tanya lagi mengapa penghasilan pasif begitu penting bagi seorang pekerja lepas karena tidak mungkin kita akan seumur hidup bekerja. Pekerja lepas akan mendapatkan uang ketika bekerja, begitu pula sebaliknya. Itu sebabnya, kita harus membentuk penghasilan pasif agar kita tak terus menerus bekerja hanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup.


Referensi:

Ariefiansyah, Miyosi. 2012. Cash Flow Management untuk Awam dan Pemula. Jakarta: Laskar Aksara.

Ariefiansyah, Miyosi. 2012. Hartamu Hartaku Hartaku Punya Siapa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

Penulis:


Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo pemilik www(dot)rumahmiyosi.com ini adalah seorang istri, ibu, penulis, dan pembelajar.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});