Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. Tang-ting-tung, Sebelum Berhaji Yuk Nabung

   Rubrik : Finance

Tang-ting-tung, Sebelum Berhaji Yuk Nabung

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 2013 Kali

Tang-ting-tung, Sebelum Berhaji Yuk Nabung
Tang-ting-tung, Sebelum Berhaji Yuk Nabung

Sahabat Ummi, biaya haji di Indonesia memang termasuk mahal. Bahkan lebih mahal dari Malaysia dan Filipina. Namun minat untuk berhaji tak pernah berkurang.

 

Berbeda dengan kecenderungan biaya haji di tahun-tahun sebelumnya yang selalu naik, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di tahun 2016 mengalami penurunan dari tahun lalu. Pada Mei lalu,Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI menyepakati BPIH untuk haji reguler 1437H/2016 rata-rata sebesar Rp34.641.304 per orang.

 

Beda Haji Plus dan Haji Reguler

Ibadah haji dapat dilakukan melalui haji reguler dan haji plus, yang masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Secara syariat, tata cara haji regular dan haji plus sama, lalu apa yang membedakan keduanya?

  1.       Penyelenggara

Haji reguler diselenggarakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia. Sementara haji plus/khusus bermula dari pelayanan haji reguler yang dianggap kurang memuaskan sehingga beberapa biro penyelenggara haji swasta membuka haji plus.

 

  1.       Biaya

Perbedaan haji reguler dan plus adalah dari besaran biaya yang harus dikeluarkan calon jamaah haji. Biaya haji plus tiga kali lebih mahal dari haji reguler karena perbedaan fasilitas yang cukup signifikan.

 

  1.       Masa tunggu

Tiap daerah atau provinsi mempunyai masa tunggu keberangkatan haji yang berbeda, tergantung pada jumlah pendaftar dan kuota tiap daerah untuk setiap kali keberangkatan. Untuk DKI Jakarta, masa tunggu keberangkatan haji reguler diperkirakan 17 tahun, sementara Aceh lebih lama lagi, yaitu 21 tahun. Untuk haji plus, masa tunggunya tidak selama haji reguler, kurang lebih 3 – 7 tahun.

 

  1.       Konsumsi

Masalah konsumsi selalu menjadi perhatian terbesar ke mana pun dan di mana pun Anda berada, termasuk saat berhaji. Untuk jamaah haji plus, urusan makanan ini sudah otomatis diurus oleh pihak hotel tempat mereka menginap. Menunya pun variatif, jamaah bisa memilih makanan yang disukainya. Sementara untuk haji reguler, urusan konsumsi selama 20 hari di Mekah ditanggung sendiri. Namun selama di Madinah dan di Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina), konsumsi diurus oleh maktab (pemondokan).

 

  1.       Penginapan

Letak penginapan selama berhaji sangat berpengaruh terhadap kelangsungan dan kenyamanan beribadah, baik saat di Masjidil Haram (Mekah) maupun di Masjid Nabawi (Madinah). Selama di Mekah, jamaah haji reguler ditempatkan di penginapan yang jaraknya 2 – 4 km dari Masjidil Haram. Sementara di Madinah, jamaah ditempatkan di pemondokan yang dekat dengan Masjid Nabawi, sehingga cukup berjalan kaki saja dari hotel. Sedangkan untuk jamaah haji plus, pihak penyelenggara menyediakan hotel yang jaraknya dekat dengan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi Madinah. Dengan demikian, para jamaah haji plus bisa melaksanakan shalat lima waktu di masjid dan dapat sewaktu-waktu menjalankan kegiatan sesuai kemampuan dan kemauan.

 

  1.       Lamanya di Tanah Suci

Biasanya jika kita memakai paket wisata untuk berlibur, semakin lama waktu berlibur biaya akan semakin mahal. Namun saat pelaksanaan haji, justru sebaliknya. Semakin mahal Anda membayar, maka lamanya di Tanah Suci justru semakin singkat. Paket haji plus untuk 21 hari akan lebih murah dibanding paket haji plus untuk 14 hari. Sementara untuk haji reguler, jamaah berada di Tanah Suci selama 30 – 40 hari.

 

Menyiapkan Dana Haji

Besarnya biaya haji yang harus dikeluarkan serta lamanya masa tunggu membuat banyak orang kemudian melirik satu alternatif lain, yaitu umrah. Tentu saja ada perbedaan tata cara, rukun, syarat, juga ganjaran yang Allah janjikan. Namun, setidaknya bisa memuaskan rasa rindu berkunjung ke Tanah Suci.

Untuk umrah, biaya yang dibutuhkan tidaklah sebesar biaya haji. Kita juga bisa mendaftar dan berangkat kapan saja sesuai dengan ketersediaan dananya. Menurut perencana keuangan independen Ahmad Gozali, strategi mengumpulkan dana untuk umrah bisa lebih fleksibel dibanding haji. “Anda bisa investasi dalam bentuk dolar Amerika, saham, emas, reksa dana, atau sekadar menabung secara rutin setiap bulan pun bisa,” ujarnya.

Sementara untuk haji, kita harus menyiapkan dana sebagai setoran awal sebesar Rp25 juta dan pelunasan sisanya ketika sudah tiba giliran keberangkatan. Menurut Gozali, investasi yang tepat untuk mengumpulkan biaya haji reguler adalah dengan emas, saham, dan reksa dana. Begitu pula untuk pelunasan setelah setoran awal, investasi sebaiknya jalan terus melalui instrumen-instrumen tadi. Masa tunggu yang lumayan lama semestinya cukup memberikan waktu bagi kita untuk berinvestasi.

“Ingat, kita bukan hanya perlu menyiapkan biaya pelunasan, tapi juga uang saku tambahan, biaya komunikasi, biaya dam (denda) sebagai antisipasi, biaya berkurban jika ingin berkurban di Tanah Suci, biaya oleh-oleh, dan biaya untuk kebutuhan keluarga yang ditinggal di Tanah Air,” tegas Gozali.

Bagaimana dengan haji plus? Gozali berpendapat, untuk haji plus lebih tepat berinvestasi dengan dolar Amerika (USD) dan emas. Saat ini setoran awal haji plus sebesar 4.500 USD dan sisanya sebesar 4.500 USD dilunaskan setelah tiba giliran keberangkatan. “Karena biayanya dipatok dengan dolar, menabung dalam bentuk dolar akan lebih mudah menghitung dan mencapai targetnya,” ujar penulis buku laris Habiskan Saja Gajimu ini. Gozali pun menyarankan, jika harus menunggu 3 tahun, targetkan menabung minimal 1.500 USD per tahun.

 

Aida Hanifa

           

Sumber: Majalah Ummi, Bahasan Utama 3 09-XXVIII September 2016

 Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});