Sedih, bingung, malu! Itulah ketiga sikap yang banyak ditunjukkan para orangtua saat salah satu anaknya mengalami keterlambatan bicara. Sikap yang normal bagi kita untuk menunjukkan kekecewaan terhadap sesuatu hal yang tak sesuai dengan harapan.
Namun jangan berlarut-larut ya sahabat Ummi. Jika terus menerus ditunjukkan orangtua di depan anak atau di depan orang lain, hanya akan menimbulkan keminderan. Lalu bagaimanakah menyikapi kondisi buah hati dengan karakter terlambat bicara?
1.Penuh Kasih
Tataplah buah hati saat ia sedang berusaha berkomunikasi dengan sahabat Ummi. Anak yang mengalami keterlambatan bicara akan berusaha mengeluarkan ekspresinya dengan tatapan mata, gerakan tangan dan tubuh. Saat seperti itu, cobalah memahaminya seperti sedang berbicara normal. Jadi bersabarlah karena tak mudah bagi buah hati mengkomunikasikan isi kepalanya dengan ucapannya.
2.Penuh Pujian
Kosakata pertama yang berusaha diucapkan buah hati adalah kosa kata “istimewa” bagi para ayah bunda. Saat berusia dua tahun, Razan masih tak bisa mengucapkan kata “ibu”. Bahkan hingga ia berusia 3 tahun. Eyang dan tetangganya berlomba menanyakannya.
Hal itu semacam sindiran hebat bagi sang ibu. Namun di saat Razan berusia 4 tahun, memorinya melepaskan banyak kata yang membuat Razan seperti peluru dalam berbicara. Sangat cepat dan tak terkendali. Saat seperti ini, teruslah memberi pujian dan dorongan.
3.Telaten
Menjadi orangtua memang harus telaten dalam segala hal. Termasuk saat buah hati salah dalam mengucapkan kosakata atau salah dalam meletakkan kata. Berputar-putar dan aneh terdengar. Saat Razan mencoba mengungkapkan apa yang diketahuinya, saat itulah orangtua sabar memahami dan menjadi sok paham.
Seperti menyikapi kalimat ini: “bapap pulang terus makan terus motor terus pergi motornya mutar-mutar Razan ikut”. Cukup membingungkan ya? Razan ingin mengungkapkan bahwa bapak pulang lalu makan dan ia ikut berkeliling naik motor.
4.Terus Melatih
Selain sabar, para orangtua dituntut untuk rajin berusaha pantang menyerah. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak yang mengalami kesulitan ini. Misalnya dengan terus melatihnya berbicara dengan lafal yang benar saat sedang bermain, menjelang tidur dan mandi.
Buatlah jadwal khusus atau manfaatkanlah tenaga ahli. Jika sahabat Ummi mengalami kesulitan biaya, orangtua dapat memilih mendampinginya berlatih vokal dengan rutin. Sahabat Ummi juga dapat memanfaatkan video, nyanyian, bacaan al-quran, dan not musik untuk merangsang kemampuan berbicara anak.
5.Tetap Bangga
Rasakan kebanggaan saat bersama buah hati di depan khalayak umum. Meski sulit, namun menunjukkan sikap “gentle” ini justru akan membuat anak tetap percaya diri saat ia mengungkapkan sesuatu.
Anak tak akan takut dan malu untuk berbicara saat bertemu dengan orang lain yang baru dikenalinya. Jadi tetaplah ajak anak berkunjung (silahturahmi) ke sanak saudara, kolega dan tetangga karena itulah saatnya melatih buah hati menyelami lingkungan luar dan merangsang otak anak untuk membaca situasi.
Anak dengan keterlambatan bicara tumbuh di antara kita. Kenali permasalahannya dan lindungi mereka. Jangan sampai ia dijadikan bahan lelucon dan tertawaan teman-temannya apalagi dibully. Biarkanlah ia tumbuh berani dan percaya diri sebagaimana anak lainnya. Untuk itu, jadilah orangtua yang berlabel sahabat anak.
Foto ilustrasi: google
Profil Penulis:
Ketty Husnia adalah ibu tiga anak yang berdomisili di Purwokerto. Belajar menulis secara otodidak dan kini bergabung dengan Komunitas Ummi Menulis. Ia dapat dihubungi di [email protected].




Komentar