Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Womenpreneur
  4. /
  5. Menulis Buku Semudah Mengobrol dengan Tetangga

   Rubrik : Womenpreneur

Menulis Buku Semudah Mengobrol dengan Tetangga

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 748 Kali

Menulis Buku Semudah Mengobrol dengan Tetangga
Menulis Buku Semudah Mengobrol dengan Tetangga
Sahabat Ummi, saat ini profesi penulis bukanlah sesuatu yang asing lagi. Bahkan profesi tersebut bisa dijadikan salah satu pijakan dalam berkarier. Jika Sahabat Ummi merasa memiliki passion di dunia menulis & ilmu di bidang tertentu yang mumpuni, mengapa tidak mencoba terjun di dunia tulis-menulis? Selain bisa berbagi ilmu, kita juga bisa mendapatkan uang. Menyenangkan, bukan?

Meski demikian, tidak sedikit yang berkomentar bahwa bikin buku itu susahh. Mau nulis apa juga enggak tahu. Belum-belum sudah nyerah duluan. Padahall, menulis buku itu bisa dikatakan relatif mudah. Siapa pun bisa asalkan mau.

Nah, sebelum Sahabat Ummi yang memiliki minat di dunia penulisan masuk lebih dalam, alangkah baiknya jika mengenal proses pembuatan buku terlebih dahulu agar memiliki bayangan sekaligus membuktikan bahwa ternyata menulis buku itu semudah ... mengobrol dengan tetangga.

Secara garis besar, proses pembuatan buku bisa dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Atas inisiatif sendiri/penulis
2. Karena pesanan


Yang pertama, proses pembuatan buku atas inisiatif sendiri

a. Penulis menentukan tema sendiri

Dari mana tema diperoleh? Ya suka-suka penulisnya. Tapi untuk membantu agar enggak bingung, penulis bisa melihat beberapa indikator ini untuk menentukan tema:
  • dia suka nulis buku apa?
  • dia ahli di bidang apa? kalau ahli masak ya bisa nulis buku resep
  • dia kerja atau bergelut di bidang apa? kalau dia pilot, dia bisa nulis buku tentang menjadi pilot yang cerdas emosi dan spiritual agar enggak membahayakan penumpang, misalnya gitu
  • dia juga bisa nulis buku yang lagi tren atau disukai masyarakat tentang apa untuk saat ini?

b. Putuskan ingin menulis dalam bentuk apa? fiksi atau nonfiksi?

c. Tema udah dapet, selanjutnya adalah kerangka karangan atau outline

Inti dari outline sebenarnya untuk memudahkan jalan si penulis, biar tetap terarah dan enggak melebar ke mana-mana.

Bentuk outline pun enggak pakem aliaas sesuai kebutuhan, tapi biasanya begini

  • Tema buku:
  • Judul: (nanti bisa berubah)
  • Penulis:
  • Bentuk tulisan: kocak, resmi seperti karya tulis, nyantai, lebay, atau gimana?
  • Referensi tulisan: isi tulisan kita dari mana asalnya? Wawancarakah? Dari buku-buku lain? Atau gimana
  • Pangsa pasar: menjelaskan buku kita ini untuk siapa? Ibu-ibu atau remaja atau siapa?
  • Bab I: ngomongin apa?
  • Bab II: ngomongin apa?
  • Dll

Kalau toh nanti ada yang berubah atau revisi di tengah jalan ya enggak masalah.

Outline itu mirip rencana anggaran. Dalam praktiknya bisa melebar atau sebaliknya. Tapi yang jelas karena udah ada pijakan atau pakem, mau berbelok pun juga masih terarah. Enggak sampai yang melebar jauh. Misal di awal ngomongin ibu bekerja, tapi lama-lama kok membahas gerhana matahari? Hubungannya? 

c. mulai menulis

Targetkan sehari berapa halaman. Enggak usah muluk-muluk kalau kita supersibuk. Cukup sehari sehalaman. Itu artinya, dalam empat bulan sudah terkumpul 120 halaman atau satu buku. Dalam setahun udah tiga buku. Sangat mending banget ya daripada enggak sama sekali.

d. sambil menulis, kita boleh banget ngelirik penerbit yang kira-kira akan kita tembak

e. jika naskah sudah selesai, jangan langsung dikirim ke penerbit, tapi endapkan dulu beberapa hari kemudian baca lagi

Biasanya di tahap ini, kita akan menemukan kesalahan tulis atau semacamnya

f. kirim ke penerbit via email dengan format:

  • subyek jangan kosong
  • badan email berisi salam pembuka, perkenalan kita siapa, kita mau apa, naskah kita tentang apa, penutup, & nomor yang bisa dihubungi
  • lampiran: naskah (boleh lengkap atau separuh jalan)

g. sebulan atau maksimal tiga bulan kemudian, kita bisa meminta kepastian

Kalau ditolak, kita bisa bertanya kenapa, kemudian kita revisi dan kirim ke penerbit lain. Kalau diterima, siap-siap diminta revisi jika ada dan siap-siap menerima Surat Perjanjian Penerbitan


Yang kedua, proses pembuatan buku karena pesanan

Siapa yang pesan? Penerbit atau agen naskah, jadi mereka yang menghubungi kitaa atau kita yang mengajukan diri pada mereka. Prosesnya serupa walau ada yang beda.

a. Tema naskah

Dapat dari mereka, kita tinggal ngembangin. Kalau semisal temanya enggak kita banget ya enggak usah diterima.

b. Outline

Biasanya penerbit atau agen naskah meminta kita membuat outline sekaligus contoh tulisan. Jika cocok ya lanjut, jika enggak ya putus

c. Dapat SPK

Kalau di agen naskah, kita dapat SPK atau surat perjanjian kerja yang isinya meminta kita untuk menulis naskah sekian halaman dengan tarif sekian dan dibayar tanggal sekian.

It means naskah kita 99,9% terbit

d. Kalau pesanan penerbit, kita baru dapat kejelasan setelah naskah selesai dan kita kirim

e. Deadline

Tidak bisa sesuka hati seperti nulis dengan inisiatif sendiri.

Nulis di agen naskah, diberi DL 2 sampai 3 minggu untuk 120 halaman. Penerbit, DL 1 bulanan atau lebih.

f. Naskah kemungkinan besar diterbitkan


Secara sederhana, itu saja alur proses pembuatan bukuu.

Yang bikin lama apa??

Kalau dari sisi penulis ya enggak nulis-nulis alias yang bersangkutan sendiri, orang/pihak lain sifatnya hanya mengingatkan atau ngasih pompom atau menyemangati

Kalau dari sisi penerbit ya karena harus antreee. Setiap hari ada ratusan naskah masuk via email

Happy writing and enjoy the process!!


Penulis:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo "penghuni" www.rumahmiyosi.com ini adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar.

Yuk, jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan Dapat Majalah Ummi (free ongkir)
Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny
Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#No.HP#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});