Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih Wanita
  4. /
  5. Mengerikan, Inilah Angka Bunuh Diri di Jepang

   Rubrik : Fikih Wanita

Mengerikan, Inilah Angka Bunuh Diri di Jepang

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 2690 Kali

Mengerikan, Inilah Angka Bunuh Diri di Jepang
Mengerikan, Inilah Angka Bunuh Diri di Jepang

Sahabat Ummi, dalam Islam bunuh diri merupakan tindakan yang dilarang dan kelak akan mendapatkan dosa yang besar bagi umat islam yang melakukannya. Selain itu, seseorang yang melakukan bunuh diri juga akan mendapatkan siksaan di neraka jahanam sesuai dengan apa yang ia lakukan saat seseorang tersebut melakukan bunuh diri. Ia kekal di dalam neraka dengan memperoleh siksaan tersebut secara terus-menerus.

Akan tetapi, masih ada di Negara tertentu yang penduduknya menjadikan tindakan bunuh diri sebagai salah satu jalan pintas untuk mengatasi masalahnyA. Salah satu Negara dengan tingkat bunuh diri terbesar adalah Jepang. Lalu bagaimanakah jumlah bunuh diri di Negara tersebut? Simak ulasan berikut.

Menurut data yang diperoleh dari kepolisian Jepang menyatakan bahwa sedikitnya terdapat 76 orang bunuh diri per hari di Jepang pada tahun 2012. Selanjutnya, terdapat data yang cukup mengagetkan, yakni sebanyak 34.427 orang mati akibat bunuh diri pada tahun 2003 atau dapat dikatakan hampir 100 orang bunuh diri setiap harinya. Karena hal ini Jepang mencatatkan rekor angka bunuh diri paling tinggi sepanjang sejarah pada tahun 2003.

Pada tahun selanjutnya yakni tahun 2004, jumlah bunuh diri di Jepang turun menjadi sekitar 2.000 orang, atau 32.325 dalam setahun. Penurunan ini terjadi setelah adanya kampanye pencegahan bunuh diri yang dilakukan pemerintah Jepang. Meski mengalami penurun, angka ini masih dalam kategori yang besar ya .

Berikutnya pada 2012, data menunjukkan angka bunuh diri mencapai 27.858 orang. Angka ini kembali mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2013, angka ini kembali mengalami penurunan menjadi 27.283 dan terus turun hingga pada tahun 2014 angka bunuh diri di Jepang menjadi sekitar 25.000. Tidak berhenti pada angka 25.000, pada tahun 2015 angka bunuh diri di Jepang mencapai 24.025 orang. Meski demikian, penurunan angka bunuh diri Jepang masih tergolong besar.

Disamping itu, Kementerian Kesehatan Jepang mengungkap bahwa pada tahun 2016 tercatat angka kematian akibat bunuh diri berjumlah 21.897 orang. Angka ini menurun dari catatan tahun 2011 dan 1994 yang menembus angka lebih dari 30.000 orang. Tercatat pula dari angka tersebut bahwa 15.121 merupakan korban laki-laki dan 6.776 adalah angka korban perempuan. Penurunan jumlah angka kematian akibat bunuh diri ini merupakan hal positif dari Jepang yang terjadi dalam tujuh tahun berturut-turut.

Kasus bunuh diri di Jepang terdiri atas kalangan penduduk usia berumur 15-39 tahun. Terdapat sebuah data pemerintah yang menunjukkan, bahwa total 18.048 orang di bawah usia 18 tahun melakukan bunuh diri antara tahun 1972 dan 2013.

Terkait angka tersebut yang terjadi pada usia kalangan dibawah 18 tahun, terdapat sebuah hal menarik , yakni kalangan usia di bawah 18 tahun tersebut yang merupakan kalangan pelajar memilih tanggal 1 September sebagai tanggal mereka melakukan bunuh diri. Hal ini karena pada tanggal tersebut merupakan awal dimulainya masa belajar setelah liburan musim panas berakhir.

Jika menarik kembali ke tahun-tahun sebelumnya seperti pada tahun 1998 jumlah angka kematian karena bunuh diri di Jepang sangatlah tinggi hingga jauh melebihi jumlah 30.000 jiwa. Rekor angka tersebut terus bertahan hingga tahun-tahun berikutnya selama lebih dari satu dekade. Sementara itu, angka bunuh diri pun mencapai 26 kasus di tiap 100.000 penduduk.

Terdapat banyak faktor yang melatarbelakangi masyarakat Jepang yang berani melakukan tindakan bunuh diri. Seperti halnya yang terjadi pada kalangan pelajar, faktor bullying yang semakin menjadi-jadi melatarbelakangi terjadinya bunuh diri. Sementara pada kalangan orang dewasa, terdapat banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya bunuh diri, mulai dari masalah ekonomi dan finansial, pekerjaan dan lainnya. (Fikriah NurJannah)

 

Sumber : tribunnews(dot)com, internasional(dot)kompas(dot)com dan berbagai sumber
Ilustrasi: Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});