Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Quran
  4. /
  5. Benarkah Tidak ada Musuh dan Teman Abadi Dalam Politik?

   Rubrik : Quran

Benarkah Tidak ada Musuh dan Teman Abadi Dalam Politik?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 260 Kali

Benarkah Tidak ada Musuh dan Teman Abadi Dalam Politik?
Benarkah Tidak ada Musuh dan Teman Abadi Dalam Politik?

Dalam politik, sering kita mendengar istilah tidak ada musuh dan teman yang abadi yang ada hanyalah kepentingan. Kepetingan dapat menjadikan teman manjadi musuh atau bahkan musuh menjadi teman, tergantung kepentingan. Itulah dunia politik yang dipenuhi dengan kepentingan sendiri.

Dalam politik tidak ada teman yang abadi yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Untung rugi dalam politik menjadi ukuran, kepentingan menjadi nomor satu, dan kesetiaan ditempatkan pada nomor dua. Maka tidak heran, bila dulu merasa menjadi musuh karena keinginan untuk merebut kekuasaan, tapi begitu ada peluang memegang kekuasaan itu, langkah pun merapat untuk menjadikan teman.

Sekali lagi kita harus ingat bahwa politisi tidak punya teman atau musuh yang permanen. Yang ada hanyalah kepentingan permanen. Oleh karena itu pula, dari ranah politik sebaiknya orang jangan mengharapkan ciri-ciri seperti yang dipancarkan oleh hubungan persahabatan, yaitu adanya perasaan saling menghargai, setia, dan siap berkorban bagi sahabat, bahkan kadang sampai tingkat lebih mendahulukan kepentingan sahabat daripada kepentingan diri sendiri.

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Imran Ayat 103 yang menyebutkan, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

Dalam surat tersebut, perlu adanya perubahan pola berpikir bahwa ada suatu hal yang harus dipikirkan bersama dibandingkan hanya sekedar membicarakan kepentingan suatu golongan dan menjadikan satu golongan lainnya sebagai musuh dan kemudian menjadikannya teman lagi. Lebih baik pikirkan kesejahteraan untuk bangsa ini. Hal yang harus dipikirkan adalah kepentingan bersama yang berada dalam suatu media yang sama (Politik) dan untuk mencapai suatu tujuan bersama yaitu kesejahteraan bangsa ini.(Cucu Rizka Alifah)

Sumber: dakwatuna(dot)com dan berbagai sumber
Ilustrasi: Google

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});