Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Dapur Ummi
  4. /
  5. Beda Nasi Indonesia dengan Nasi Arab, Apakah Bibit Padinya Juga Beda?

   Rubrik : Dapur Ummi

Beda Nasi Indonesia dengan Nasi Arab, Apakah Bibit Padinya Juga Beda?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 580 Kali

Beda Nasi Indonesia dengan Nasi Arab, Apakah Bibit Padinya Juga Beda?
Beda Nasi Indonesia dengan Nasi Arab, Apakah Bibit Padinya Juga Beda?

Sahabat Ummi, nasi merupakan makanan pokok yang pada umumnya nasi di Indonesia berwarna putih,meskipun ada juga nasi beras merah, coklat, dan hitam. Selain Indonesia, nasi juga dikonsumsi oleh sejumlah negara lain, yang salah satunya adalah Arab Saudi. Lalu bagaimanakah bibit padi nasi di Arab Saudi?

Tahukah bahwa Universitas Muhamadiyyah Yogyakarta menjalin kerja sama dalam pengembangan Padi Basmati dengan perusahaan asal Arab Saudi Alwyni International Capital (AIC) di Yogyakarta. Terdapat sebuah fakta mengejutkan dan membanggakan pula mengenai hal ini. Agus Nugroho Setiawan yang merupakan Ketua Tim Peneliti Univrsitas Muhamadiyyah Yogyakarta mengatakan bahwa Padi Basmati merupakan varietas unggulan yang dikonsumsi oleh masyarakat Timur Tengah. “Di Timur Tengah, Basmati menjadi makanan pokok kedua setelah gandum.” Selain itu beras Basmati juga memiliki permintaan yang tinggi ke luar Negeri. Hal ini dilatarbelakangi oleh aroma wangi dan tekstur sangat halus yang dimiliki beras Basmati.

Ketua Tim Peneliti Univrsitas Muhamadiyyah Yogyakarta juga mengatakan bahwa Basmati memiliki kualitas dan harga pasar yang jauh lebih tinggi dari beras lain di Indonesia. selain itu, Timur Tengah selama ini memperoleh sebagian besar beras Basmati dari India dan Pakistan. Lalu karna peningkatan permintaan beras tersebut pula membuat negara-negara Timur Tengah berusaha mencari produsen baru.

, terkait hal ini sumber lainnya juga mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia menjalin kerjasama pengembangan padi jenis beras Basmati ini dengan dua negara di Timur Tengah yakni diantaranya, Sudan dan Arab Saudi yang melalui pola kerja sama trilateral.

Melihat hal ini , ternyata beras yang dikonsumsi oleh masyarakat Arab Saudi atau Timur Tengah lainnya berbeda dengan beras yang biasa sehari-hari dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Beras Basmati yang dikonsumsi oleh masyarakat Arab Saudi dan Negara Timur Tengah lainnya merupakan beras dengan kualitas premium dan jauh berbeda dengan beras yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Disamping itu , Universitas Muhamadiyyah Yogyakarta telah mangadakan riset mengenai padi jenis beras basmati ini. Begitupula halnya dengan Pemerintah Indonesia yang telah menjalin kerjasama dalam pengembangan padi jenis beras Basmati ini.

Lalu , bagaimana sebenarnya padi jenis beras basmati ini sendiri? Basmati adalah jenis padi wangi yang telah ditanam berabad-abad di kaki pegunungan Himalaya, yakni India dan Pakistan bagian Utara. Basmati sendiri berasal dari bahasa sansekerta yakni “vasmath” yang memiliki arti beraroma. Perlu diketahui juga bahwa padi lokal Basmati mempunyai batang tinggi yaitu sekitar 140-160 cm. Sifat spesifik Basmati adalah pemanjangan beras setelah ditanak sampai 100 persen, sehingga panjang nasi bisa sampai lebih dari dua kali lipat dari panjang beras. Selain itu, beras Basmati dari India, Pakistan, dan Yasmin dari Thailand telah diakui oleh dunia sebagai beras premium, sehingga dapat menjadi komoditas bisnis internasional.

Tahukah bahwa beras Basmati ini sendiri mempunyai harga yang cukup mahal di pasarannya. Hal ini karena beras basmati tidak dicampur dengan kualitas beras rendah atau biasa lainnya. Selain itu penanaman beras basmati juga tidak sembarang dan hanya berada di India dan Pakistan, beras basmati yang diperlakukan secara berbeda sekitar 2 hingga 3 tahun setelah di panen atau dapat disebut juga Matured Rice. (Fikriah NurJannah)

Sumber: Berbagai sumber
Ilustrasi: Google

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});