Sahabat Ummi, sebagai orang tua tentunya kita akan merasa khawatir jika anak kita memiliki sifat pemalu, karena ia menunjukkan perilaku yang berbeda antara di sekolah dan di rumah. Di rumah biasanya dia aktif berbicara, tetapi jika di sekolah dia hanya diam saja.
Anak yang tumbuh sebagai pribadi yang pemalu merupakan hasil dari proses belajar dari lingkungannya. Biasanya terjadi karena orang tua yang selalu mengekang anaknya untuk mengeksplorasi kegiatannya di luar rumah dan memanjakan si anak. Bisa juga karena orang tua yang jarang bergaul dan bersosialisasi dengan tetangga dan masyarakat yang ada di lingkungan sekitar rumah. Untuk itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi sifat anak yang pemalu di sekolah, yaitu:
1. Jangan pernah memarahi anak di depan umum
Tentu si anak pernah melakukan suatu kesalahan ketika sedang di tempat umum, misalnya ia mengompol, sebaiknya sebagai seorang ibu kita jangan memarahi anak kita di depan umum. Tetapi bertanyalah mengapa ia mengompol, apakah karena sang ibu sedang asyik belanja hingga tidak mendengar ketika ia mengajak ke toilet atau karena ia tidak bisa menahannya karena ia sedang asyik bermain di sana.
2. Jangan melabel anak pemalu di depan orang
Ketika ibu sedang berbicara dengan teman ibu, lalu si anak ngumpet di belakang ibu, maka sebaiknya ibu jangan berkata di depan teman ibu bahwa anak ibu pemalu. Tetapi ada baiknya ibu mengajak anak untuk ikut berbicara agar si anak ikut bersosialisasi dengan orang lain.
3. Berbicara dengan anak dari hati ke hati
Sebagai orang tua, kita harus menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Hal ini harus dilakukan agar orang tua dapat mengetahui dan memantau tumbuh kembang, mental, dan kegiatan sehari-hari si anak. Bicaralah dari hati ke hati mengenai sifat pemalu si anak. Coba tanyakan kepadanya mengapa ia menjadi pemalu dan apa penyebabnya.
Bisa saja si anak menjadi pemalu karena pernah mendapatkan pengalaman buruk, misalnya ketika ia sedang berbicara di depan kelas lalu semua mata tertuju kepadanya dan ada teman yang mengejek penampilannya di depan kelas, maka ia akan menganggap hal itu memalukan dan ia tidak akan berani tampil di depan kelas lagi.
Baca juga: Mengatasi Anak Pemalu
4. Memberikan dukungan dan motivasi
Dukungan orang tua sangat penting untuk menumbuhkan sikap percaya diri si anak. Ketika si anak tidak bisa melakukan sesuatu hal, ada baiknya sebagai orang tua kita harus mendukung dan memotivasinya bahwa ia pasti bisa melakukannya. Karena semua orang pasti pernah gagal, jangan pernah malu dengan kegagalan yang pernah kita dapat karena kegagalan itu adalah awal dari sebuah kesuksesan. Dan saat si anak telah berhasil melakukan hal itu kita sebagai orang tua harus memberikannya pujian agar ia merasa senang karena dapat melakukan hal yang sebelumnya tidak bisa ia lakukan.
5. Ajak bersosialisasi
Mulailah ajak si anak untuk bersosialisasi di lingkungan, misalnya mengajaknya berkunjung ke rumah tetangga, mengajaknya ke tempat pengajian, acara pernikahan, dan kerja bakti agar si anak menjadi terbiasa berada di sekitar orang dan lingkungan yang baru, sehingga ia menjadi terbiasa dan percaya diri.
6. Lihat minat anak
Tidak semua anak bisa melakukan semua hal, pasti ada yang ia bisa lakukan dan ada pula yang ia tidak bisa lakukan. Bantulah ia mengasah bakatnya itu, sehingga ia menjadi lebih percaya diri karena memiliki sesuatu kelebihan yang tidak semua orang bisa miliki.
Foto ilustrasi: google
Profil Penulis:
Nama Pena : Tidi
FB : Tiffany Dianissa
Tiffany Dianissa lahir di Bogor, 01 Nopember 1993. Seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang putra.




Komentar