Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Fikih Wanita
  4. /
  5. Jangan Bersedih, Orang-Orang Memang Cenderung Bertanya yang Enggak Ada

   Rubrik : Fikih Wanita

Jangan Bersedih, Orang-Orang Memang Cenderung Bertanya yang Enggak Ada

  Ditulis Oleh miyosimiyo Dibaca 3904 Kali

Jangan Bersedih, Orang-Orang Memang Cenderung Bertanya yang Enggak Ada
Jangan Bersedih, Orang-Orang Memang Cenderung Bertanya yang Enggak Ada

Sahabat Ummi, Jangan bersedih ketika ditanya terus kapan menikah. Jangan galau ketika ditanya hampir setiap saat kapan punya anak dan mengapa belum dapat momongan. Jangan risih ketika orang-orang lebih suka bertanya hal yang belum kita miliki atau lakukan atau sedang kita usahakan daripada mengapresiasi apa yang sudah kita capai. Karena kenyataannya, kebanyakan orang memang lebih suka bertanya yang enggak ada daripada yang sudah ada, rata-rata orang memang kurang bisa menghargai usaha orang lain.

Orang-orang yang demikian sejatinya tidak bahagia dengan kehidupan mereka sendiri. Kalau bahagia, kenapa berkeinginan membuat orang lain galau dengan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya sudah ia ketahui jawabannya. Orang yang tidak puas dengan dirinya sendiri memang seperti itu. That's why, mereka berusaha mencari celah kekurangan orang lain untuk menghibur diri. Kasihan, bukan.

Maka, menanggapi hal-hal semacam itu hanya akan membuat lelah hati.

Kalau toh pada akhirnya kita sudah menikah setelah sekian lama menunggu, pertanyaan lanjutan pun akan muncul, "Kapan punya anak?" Dan, kalau pun pada akhirnya sudah punya momongan setelah sekian lama menanti, komentar lainnya pun akan ada, "Kok gak lahiran normal?"

Di saat belum menikah ditanya kapan menikah. Saat sudah menikah ditanya kapan punya anak. Dan saat sudah punya anak ditanya kenapa begini begitu anu. Dan, selanjutnya.

Capek ya kalau nuruti komentar orang-orang "rewel" alias enggak bahagia dengan kehidupan mereka sendiri. Maka, cara menanggapi yang paling baik adalah dengan tidak memasukkannya ke dalam hati, terus saja berusaha tanpa ada tendensi apa-apa.

Yang bahagia sejatinya tidak akan mengorek kekurangan orang lain karena dirinya sendiri juga belum sempurna. Yang benar-benar bahagia akan memberikan solusi dan bukan hanya bertanya untuk menjatuhkan mental demi menaikkan kepercayaan diri. Tidak. Tidak seperti itu. Yang hatinya damai tidak akan seperti itu. Jadi, enggak usah nuruti komentar orang-orang yang dengan dirinya sendiri saja masih galau. Buang-buang waktu, Dear.

Terus semangat berusaha. Allah pasti akan memberikan yang terbaik di waktu yang tepat. Aamiin.

 

Profil Penulis:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo pemilik www.rumahmiyosi.com adalah istri, ibu, penulis, dan pembelajar.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});