Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Parenting
  4. /
  5. Gugup di Depan Audiens? Jangan Lagi!

   Rubrik : Parenting

Gugup di Depan Audiens? Jangan Lagi!

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 4811 Kali

Tampil di depan banyak orang bukanlah perkara mudah. Alasannya malu, takut, dan sebagainya. Sebenarnya, ini masalah semua orang dan bisa diatasi dengan baik.

 

Keringat mengucur, tubuh gemetar, tangan terasa dingin, bibir kering, dan berbagai gejala lainnya, biasa dialami orang yang “terpaksa” tampil di depan orang untuk presentasi, pidato atau ceramah. Kata-kata yang telah disusun rapi, hilang begitu saja saat menatap audiens (khalayak). Hal tersebut tak perlu terjadi jika kita mengenali sumber rasa takut dan gugup serta langkah-langkah mengatasinya.

 

PENYEBAB RASA GUGUP

“Sumber semua rasa gugup itu dari internal,” kata Dhesy Widya Susanti, konsultan di EXPERD Consultant, Jakarta. Apa pun yang terjadi dalam diri kita akan memengaruhi pandangan kita terhadap kondisi eksternal. “Kita bisa melakukan hal yang baik, buruk, sukses, itu dari pikiran kita,” tambahnya.

Saat akan berada di depan umum, sering kita telah memasang pikiran bahwa kita akan tampil buruk, orang tak akan suka, dan berbagai pikiran jelek lainnya. Akhirnya, pikiran ini memengaruhi penampilan kita, misalnya suara bergetar dan raut wajah tegang. Padahal, belum tentu itu akan terjadi. Jadi, kata Dhesy, rasa takut dan gugup bisa diatasi dengan kemampuan kita mengontrol diri dan mengatur mindset (pikiran).

“Ketakutan untuk bicara di depan publik (fear of public speaking) sebenarnya dirasakan semua orang dan ini normal,” ungkap Dhesy. Namun, sebagian orang kemudian dapat mengatasinya dan menjadi pembicara yang baik dan interaktif. Sebagian lainnya, belum bisa mengatasinya.

Pada kasus biasa, ketakutan dan rasa gugup ini akan hilang saat kita tampil. Tapi, pada sebagian orang, ketakutan ini tak juga hilang, bahkan dengan dorongan kuat sekalipun mereka tetap tak mau tampil. “Untuk kasus ekstrem ini, ada kemungkinan dia pencemas,” kata Dhesy.

Kondisi itu mengindikasikan adanya kecemasan yang bersifat patologis atau kondisi tidak sehat. Berkonsultasi mendalam dengan psikolog klinis atau dokter jiwa diperlukan untuk mencari penyebab kecemasan tersebut dan solusinya.

           

LATIHAN MANDIRI

Dalam kadar yang wajar, kita dapat mengatasi rasa gugup itu dengan melakukan latihan secara mandiri. Menurut alumnus Fakultas Psikologi ini, paling tidak ada tiga hal yang perlu diketahui dalam mempersiapkan penampilan di depan umum:

  • Persiapan

Materi yang akan disampaikan harus benar-benar dikuasai dengan tambahan berbagai referensi yang menunjang. Buatlah secara tertulis alur pembicaraan yang akan disampaikan, misalnya apa yang akan dibicarakan saat pembukaan, bagaimana cara menyampaikannya, dan sebagainya. “Ini akan mempermudah karena kita sudah punya sistematika berpikir,” jelas Dhesy.

Kemudian, banyaklah berlatih bicara di depan cermin atau orang. Hadirkan teman-teman sebagai audiens. Bila perlu, wajibkan mereka mengkritisi apa yang kita sampaikan agar kita lebih siap menghadapi audiens yang sesungguhnya.

  • Penampilan

Jangan sampai performance kita di depan umum asal-asalan. Busana sampai riasan perlu dipersiapkan dengan baik, tentu sesuai dengan audiens. Untuk acara dan audiens profesional, tampilan kita pun profesional. Dengan begitu, saat berada di hadapan audiens, kita bisa fokus dan tidak terganggu dengan pikiran kacau tentang penampilan kita.

  • Ritual menenangkan diri

Rasa gugup atau takut muncul sebab kita melakukan sesuatu yang tidak biasa. Karena itu penting memberi ruang pada diri sendiri untuk menenangkan dan meyakinkan diri sebelum tampil. Kita bisa lakukan sesuatu yang khusus terlebih dahulu, seperti berdoa atau aktivitas lainnya.

 

MENGUASAI AUDIENS    

Khalayak atau audiens menjadi salah satu sumber rasa gugup. Bahkan, sebelum tampil, pikiran kita tersedot oleh bayangan-bayangan tentang bagaimana penilaian orang atas diri kita.  

Padahal, kalau kita tampil atau presentasi di depan teman-teman, kita bisa lebih santai. Mengapa? Itu, kata Dhesy, karena kita mengenal baik mereka. Maka, itu pulalah yang harus kita upayakan dengan audiens.

Tips yang biasa dilakukan Dhesy sebelum presentasi adalah datang lebih awal dan membangun kontak dengan audiens atau peserta. “Bisa tanya asal mereka, apa pekerjaannya, dan sebagainya. Jadikan itu informasi penting yang dapat kita gunakan untuk lebih dekat kepada audiens,” papar Dhesy. Dengan mengenal audiens ketakutan kita akan berkurang.

Dalam beberapa kesempatan, kadang ada juga audiens yang dinilai Dhesy cukup “resek”. Mereka tak mau mendengarkan kita atau selalu berkomentar buruk. Untuk kasus ini, Dhesy menyarankan kita mencari “malaikat” di antara audiens, yaitu audiens yang positif, antusias, dan berkomentar baik. Audiens seperti itu akan menyuntikkan kepercayaan diri kita. Karena itu fokuskan perhatian kepada audiens yang baik ini.

Setelah mengetahui langkah-langkah ini, Anda sudah berani tampil di hadapan publik, kan?

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top