Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Motivasi
  4. /
  5. Ciri-ciri Haji Sekadar untuk Pencitraan

   Rubrik : Motivasi

Ciri-ciri Haji Sekadar untuk Pencitraan

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 4636 Kali

Ciri-ciri Haji Sekadar untuk Pencitraan
Ciri-ciri Haji Sekadar untuk Pencitraan
Sahabat Ummi, bukan bermaksud menghakimi isi hati seseorang, tetapi jangan sampai kita melakukan beberapa hal ini ketika melakukan ibadah haji. Tujuannya agar lebih menjaga kesucian niat dan kelurusan ibadah haji kita.
 
Dikhawatirkan, naik haji jadi sekadar pencitraan atau gaya-gayaan serta tidak memiliki nilai di hadapan Allah jika kita melakukan hal berikut:
 
1. Marah ketika tidak dipanggil dengan gelar haji
 
Ada beberapa orang yang menganggap gelar haji penting sekali disematkan di depan namanya, sehingga ia akan marah besar jika orang lain terlupa menyebut gelar hajinya, padahal bisa jadi hal ini mengindikasikan ketidak-ikhlasan dalam menunaikan ibadah haji.
 
Apa salahnya kalau orang lain tidak menyebut gelar haji kita? Apakah pujian manusia menjadi tujuan kita ketika menunaikan ibadah haji? Kalau memang tidak, ya sudah... hapus saja gelar haji yang kita sandang dari sebutan manusia, toh lebih penting pujian Allah di akhirat kelak daripada puja-puji manusia yang kosong tak berarti.
 
2. Naik haji berkali-kali, sementara masih ada anggota keluarga yang kesulitan finansial
 
Kalau memang profesi kita adalah pemandu umroh atau haji... masih bisa dimaklumi kalau ke tanah suci berkali-kali. Akan tetapi perlu diingat bahwa kewajiban haji hanyalah sekali saja, walaupun memang diperbolehkan, jika memang ingin beribadah haji lagi... alternatifnya bisa dengan cara menaikhajikan orang lain dari kalangan keluarga atau kerabat yang memerlukan. Mudah-mudahan bisa mendapatkan ridho Allah.
 
Lagipula... sungguh ironi jika naik haji sampai berkali-kali padahal masih ada keluarga yang membutuhkan bantuan finansial. 
 
3. 'Maksa' berhaji dengan menggunakan harta haram
 
Menipu, mencuri, korupsi, lalu digunakan untuk naik haji? Astaghfirullah... untuk apa berhaji jika menggunakan harta haram? Apakah sekadar gegayaan atau memperbaiki pencitraan?
 
Jangan-jangan Allah makin membenci keculasan kita yang mencari nafkah dengan cara haram. Naudzubillah min dzalik.
 
 
Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});