Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Finance
  4. /
  5. Cara Membebaskan Diri dari Kartu Kredit

   Rubrik : Finance

Cara Membebaskan Diri dari Kartu Kredit

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 1426 Kali

Cara Membebaskan Diri dari Kartu Kredit
Cara Membebaskan Diri dari Kartu Kredit

Assalamu’alaikum

Ibu Kiki yang baik, saya dan suami sama-sama pegawai swasta dengan penghasilan kurang lebih Rp15 juta bila digabung. Namun ada yang membuat saya gelisah, tagihan kartu kredit kami dalam sebulan jumlahnya cukup besar, hampir Rp7 juta.

Kami memiliki kartu kredit awalnya untuk membeli tiket pesawat saat mudik. Tapi karena tergiur dengan kemudahannya, kami juga memakai kartu kredit untuk membeli barang-barang, seperti furnitur dan gadget. Mohon saran Ibu Kiki, bagaimana agar kami bisa bebas dari kartu kredit dan bagaimana mengatur keuangan yang setengahnya saja sudah merupakan utang. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum

 

Resti, Depok

 

Wa’alaikumussalam

 

Hai Mbak Resti, alhamdulillah Allah berikan Mbak Resti rasa khawatir terhadap utang yang dimiliki. Semua hal yang berkaitan dengan utang memang harus diwaspadai, sebab utang adalah hal yang kita bawa sampai hari pengadilan nanti. Seseorang dengan amalan yang banyak belum tentu akan aman sampai surga jika ada utang yang menggantung di dunia. Apakah utang benar-benar harus dihindari? Ya! Namun, jika keadaan sangat memaksa, berutang pun tidak diharamkan.

Lalu bagaimana jika terjadi hal seperti yang Mbak Resti alami, terbelit utang kartu kredit hingga 50% untuk keperluan konsumtif? Dalam kasus ini, pola keuangan harus diubah. Sebab, dalam teori perencanaan keuangan mana pun, utang cicilan tidak boleh lebih dari 50% dan tidak boleh untuk keperluan yang sifatnya konsumtif.

Ketika kita berutang, pada dasarnya ada perjanjian tidak tertulis antara kita dan pihak ketiga (kreditur), yaitu kita seharusnya bisa melunasi sesuai jangka waktunya. Nah, kartu kredit pada dasarnya diciptakan untuk dilunasi segera sebelum bunga berjalan. Namun, ada beberapa hal yang harus dijernihkan terlebih dahulu mengenai utang kartu kredit:

 

  1.     Ada baiknya kita mulai dengan beristighfar dan berdoa agar Allah memudahkan kita dalam pelunasan utang ini.
  2.     Perjelas kembali peruntukkan utang; apakah untuk yang sifatnya harian atau bulanan? Ataukah temporer? Karena akan beda perlakuannya.

Contoh yang sifatnya bulanan:

-       Pemakaian kartu kredit untuk makan di restoran demi diskon.

-       Pembelian belanja bulanan (groceries/belanja bulanan) untuk sehari-hari.

-       Membayar membership komunitas atau kegiatan tertentu (member pusat kebugaran, misalnya).

-       Dll yang sifatnya rutin.

 

Contoh yang sifatnya temporer:

-       Pembelian gadget.

-       Pembelian peralatan rumah tangga (mesin cuci, lemari es, meja tamu dll).

-       Pembelian tiket travel.

-       Pembayaran hotel untuk liburan.

-       Pembayaran biaya rumah sakit diri sendiri atau keluarga.

-       dll yang sifatnya temporer atau sekali-sekali.

 

  1.     Jika penggunaan kartu kredit sudah jelas untuk yang mana, maka perlakuannya harus seperti ini:

 

  1.        Jika sifatnya sebulan sekali, harus segera dibayar lunas setiap bulan dan tidak membayar minimum payment (pembayaran minimal 10% dari nilai utang). Kenapa? Karena pada dasarnya kebutuhan bulanan haruslah sudah dialokasikan setiap bulan. Maka alokasi inilah yang harus dibayar kepada pihak bank. Pembayaran bisa saja menggunakan kartu kredit, namun harus segera dilunasi.
  2.       Jika ternyata utang adalah sesuatu yang sifatnya untuk kepentingan temporer, memang bisa saja ditunda pembayarannya. Biasanya, pengeluaran temporer besar sekali. Contoh, pembelian ponsel atau pembayaran biaya pengobatan darurat yang cukup besar.

 

Utang kartu kredit termasuk utang yang memiliki konsekuensi sangat besar dari sisi bunga. Bunga yang dibebankan jika kita tidak membayar utang kartu kredit rata-rata sebesar 3% tiap bulan. Maka jika dibandingkan dengan plafon utang lain, beginilah perbandingannya:

 

Jenis

Persentase setahun

Bunga/bagi hasil tabungan

4%

Bunga/bagi hasil KPR

10-13%

Bunga/bagi hasil kartu kredit

Rata-rata 36%

 

Dari tabel tersebut, bayangkan jika Anda menabung Rp10 juta dalam setahun, maka tahun depan dana Anda hanya Rp10.040.000. Sementara, jika Anda berutang Rp10 juta dan Anda hanya membayar sedikit setiap bulan atau hanya Rp1 juta perbulan, maka jumlah utang Anda bisa sebesar Rp10.360.000 lebih dalam setahun! Belum lagi dengan konsekuensi nama Anda akan masuk ke dalam catatan Bank Indonesia jika terus-menerus melakukan hal ini. Jadi, berhati-hatilah dengan kartu kredit di tangan Anda!

 

 

Sumber: Majalah Ummi, Konsultasi Keuangan 08-XXVIII Agustus 2016. Kaukabus Syarqiyah, SE, MSE, CFP

Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});