Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Tumbuh Kembang
  4. /
  5. Benarkah Memerah ASI dengan Pompa Kurang Dianjurkan?

   Rubrik : Tumbuh Kembang

Benarkah Memerah ASI dengan Pompa Kurang Dianjurkan?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 4096 Kali

Ibu Ira, saya ibu dari putra yang berumur 2 bulan dan masih memberinya ASI eksklusif. Saya ingin bertanya :

1. Ada teman bilang jika memerah ASI dengan pompa bisa membuat “kapur ASI” pecah. Apa maksudnya?Bagaimana cara memerah dengan tangan?

2.  Setelah memeras ASI, saya tak meyimpannya di freezer, karena memang kami belum punya. Berapa lama ASI tahan dalam suhu kamar?

3. Sebaiknya sekali perah berapa lama waktunya dan biasanya berapa banyak ASI yang didapatkan?

4. Jika bayi sudah 6 bulan, selain makanan tambahan dan ASI, perlukah diberi susu formula?

5. Adakah makanan yang dipantang selama menyusui?

N. Kusuma, Blitar

 

Baca juga: Cara Memerah ASI

 

Jawab:

Ibu Kusuma yang baik,

1. Mungkin ada baiknya jika Ibu bertanya kepada teman Ibu, tentang apa yang dimaksudkan dengan “kapur ASI”. Dalam manajamen laktasi, istilah ini tidak dikenal. Beberapa literatur mengungkapkan bahwa penggunaan pompa dalam jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan jaringan payudara. Yang pasti, penggunaan pompa tidak dianjurkan terutama karena alasan kebersihan. Bentuk pompa yang berkelok-kelok, membuat kita sulit membersihkannya. Akibatnya, kotoran mungkin bertumpuk dan menjadi sarang bakteri. Jadi, ASI yang asalnya sudah steril mungkin menjadi tercemar oleh kotoran ini.

2. Memerah dengan tangan memang memerlukan keterampilan dan kesabaran yang lebih, tetapi kebersihannya lebih terjamin, dan lagi dapat menghasilkan jumlah susu yang lebih banyak. Dengan pemerahan tangan, biasanya diperlukan sekitar 3 – 5 menit hingga ASI keluar lancar. Ini berhubungan dengan proses hormon yang memang tidak bisa  segera berproses. Tips memerah dengan tangan :

a. Cuci tangan Ibu dengan sabun

b. Bayangkan wajah bayi anda Ibu, untuk merangsang hormon yang mempengaruhi produksi  susu.

c. Letakkan ibu jari di atas puting, berdekatan dengan tepi areola dan jari tengah serta telunjuk  di bawah, berdekatan dengan tepi areola.

d. Tekankan bagian areola, kemudian dengan pelahan-lahan tekan ibu jari secara bersama, sambil sedikit ditarik.

e. Arahkan aliran ASI ke dalam gelas penampung yang bersih.

f. Ulang beberapa kali untuk mengosongkan payudara.

g. Perah setiap sisi payudara selama 5 – 10 menit secara bergilir.

3. Ibu yang sudah terampil, biasanya dapat memerah susu selama 15-20 menit dari tiap sisi payudara. Setelah berlatih selama 2 minggu, produksi sebelah payudara akan berkisar dari 70 – 90 ml. ASI pada suhu kamar dapat bertahan 10 – 12 jam. Jika  ada warna kecoklatan, jangan khawatir, karena itu adalah proses enzim biasa (browning).

4. Setelah 6 bulan, selain makanan pendamping, teruskan pemberian ASI (seperti anjuran Qur’an dan juga WHO). Susu formula sama sekali tidak diperlukan, karena ASI jauh lebih unggul dalam semua hal, termasuk nilai nutrisi maupun kekebalan yang disediakan.

5. Tidak ada pantangan khusus, tetapi sebaiknya hindari makanan yang ekstrim seperti yang pedas atau berbau. Makanan yang seimbang dan bergizi, akan memenuhi kebutuhan ibu menyusui. Ingat 98% ibu bisa menyusui dengan sempurna, tergantung cara kita mengelola.

Foto ilustrasi: google

Artikel terkait:

Memerah ASI dengan Alat

Jangan Remehkan Tangisan Bayi

Mempersiapkan ASI Perah bagi Si Kecil

 

 

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top