Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Parenting
  4. /
  5. Orangtua Jangan Persulit Anak Mendapat Jodoh

   Rubrik : Parenting

Orangtua Jangan Persulit Anak Mendapat Jodoh

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 3351 Kali

Orangtua Jangan Persulit Anak Mendapat Jodoh
Orangtua Jangan Persulit Anak Mendapat Jodoh
Sahabat Ummi, tanggungjawab orangtua terhadap anak memang tidak enteng, sampai anak menikah... kita selaku orangtua pasti masih merasakan tanggungan beban yang berat.
 
Akan tetapi, banyak orangtua tidak sadar telah mempersulit anak-anaknya mendapat jodoh. Beberapa sikap berikut ini di antaranya perlu orangtua hindari agar tidak turut menyusahkan anak kita bertemu jodohnya:
 
1. Melarang menikah muda
 
Orangtua tentunya perlu menyadari bahwa bukan menikah di usia mudanya yang salah, akan tetapi persiapan bekal anak muda yang sering kali kurang untuk menghadapi pernikahan, sehingga banyak pemuda yang nikah mudah namun berakhir perceraian, karena hanya berbekal cinta buta.
 
Nah, melarang anak nikah di usia 20 an bukan solusinya. Kita bisa memberi solusi yang lebih baik misalnya dengan cara memberikan buku-buku, video ceramah, berdiskusi dengan anak, memberi masukan tentang kriteria jodoh yang paling penting, jadi bisa menambah wawasan mereka tentang pernikahan dan persiapan cukup untuk menghadapinya.
 
2. Memberi kriteria terlalu banyak dan sulit
 
Calon pasangan hidup anak kita harus lulusan universitas negeri, S2 atau S3, pekerjaannya mapan, gaji di atas 10 juta, sudah punya rumah dan mobil, dari suku tertentu saja, lha pertanyaannya... apakah kriteria anak kita layak untuk mendapat pasangan sedemikian?
 
Jika anak kita adalah gadis yang sudah berumur, berwajah pas-pasan, maka memberinya kriteria seperti itu hanyalah mempersulit dirinya. Berikan kriteria yang lebih masuk akal, misalnya shalat 5 waktu, akhlak baik, tidak merokok, sudah punya pekerjaan, berani bertanggungjawab. Itu kan lebih memudahkan anak dalam memenuhinya.
 
3. Menyuruh anak tinggal seatap setelah menikah
 
Kalau memang ada alasan kuat untuk menyuruh anak tinggal seatap setelah menikah, masih oke saja. Akan tetapi kalau tidak ada alasan jelas, sebaiknya biarkan anak hidup terpisah setelah menikah, agar mereka lebih mandiri dan bisa leluasa mengatur rumah tangganya sendiri.
 
Banyak perempuan yang tidak ingin menikah dengan laki-laki jika setelah menikah harus tinggal seatap dengan mertuanya. Horor tentang ibu mertua yang galak dan super cerewet rasanya sudah populer didengar oleh mereka.
 
Walau kita tidak bermaksud buruk, membiarkan anak tinggal terpisah akan lebih baik. Misalnya minta mereka mengontrak tidak jauh dari rumah, itu masih oke.
 
Demikian beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh kita selaku orangtua agar tidak mempersulit anak dalam menemukan jodohnya.
 
Foto ilustrasi : Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});