Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
  1. Beranda
  2. /
  3. Tumbuh Kembang
  4. /
  5. Disaat Imunisasi Menjadi Polemik, Bagaimana Sikap Kita

   Rubrik : Tumbuh Kembang

Disaat Imunisasi Menjadi Polemik, Bagaimana Sikap Kita

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 909 Kali

Disaat Imunisasi Menjadi Polemik, Bagaimana Sikap Kita
Disaat Imunisasi Menjadi Polemik, Bagaimana Sikap Kita

Saat ini, polemik tentang perlu atau tidaknya imunisasi masih banyak diperbincangkan. Kalangan ibu rumah tangga ada yang menganggap bahwa imunisasi justru mengganggu kondisi kesehatan anak. Terlebih, kasus lumpuh yang diderita siswi SMP di Demak, Jawa Tengah, setelah diimunisasi kian memicu kekawatiran sebagian masyarakat. Namun ada juga pihak yang mendukung, karena menurutnya mencegah lebih baik daripada mengobati.

Sebelumnya, apa sih imunisasi itu? Imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular yang diterapkan dengan memberikan vaksin sehingga orang akan imun atau resisten terhadap penyakit tersebut. Atau juga, imunisasi adalah cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila kelak terpajan penyakit tersebut ia tidak menjadi sakit. Kekebalan yang diperoleh dari imunisasi dapat berupa kekebalan pasif maupun aktif (Satgas IDAI, 2008).

Lalu, bagaimana kita menyikapi polemik ini?

Imunisasi yang menjadi polemik ini berkaitan dengan program wajib pemerintah yang kita kenal dengan PPI (Program Pengembangan Imunisasi), di mana ada lima vaksin (BCG, Hepatitis B, Polio, DTP, Campak) yang menjadi imunisasi wajib.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” [An Nisa’: 59]

Dalam surat tersebut, kita wajib taat kepada pemerintah baik dalam hal yang sesuai dengan syari’at maupun yang mubah, misalnya taat terhadap lampu lalu lintas dan aturan di jalan raya. Jika tidak, maka kita berdosa. Kecuali jika kita melihat kekafiran yang nyata dan kalian memiliki buktinya di hadapan Allah, kita boleh tidak taat dengannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) No.4 Tahun 2016 tentang Imunisasi. Imunisasi dilakukan dengan ketentuan umum untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit. Karena terpaksa yang apabila tidak dilakukan akan mengancam jiwa, karena terdesak, maka vaksinasi atau imunisasi dibolehkan. Vaksin yang digunakan wajib halal dan suci, vaksin yang mengandung zat haram, tidak boleh digunakan kecuali ada unsur keterdesakan dan keterpaksaan. Vaksinasi tidak boleh dilakukan apabila memiliki efek samping yang membahayakan.

Wajib imunisasi bukan merupakan wajib yang mutlak. Jika ingin melakukan imunisasi jika sesuai dengan keyakinan. Silahkan juga jika menolak imunisasi, hal ini tidak berdosa secara syari’at. Dan sampai sekarang juga tidak terlihat bahwa ada hukuman atau denda bagi orang tua yang tidak mengimunisasi anaknya. Yang terpenting, jangan sampai kita terpecah belah hanya karena perbedaan pendapat tentang masalah ini. (Cucu Rizka Alifah)

Sumber: solopos(dot)com, muslim(dot)or(dot)id dan berbagai sumber

Ilustrasi: Google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});