Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Womenpreneur
  4. /
  5. Strategi Dagang Ala Rasulullah Saw

   Rubrik : Womenpreneur

Strategi Dagang Ala Rasulullah Saw

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 16573 Kali

Strategi Dagang Ala Rasulullah Saw. Simak selengkapnya…

Sahabat ummi, Bagi para ibu, interaksi dengan pedagang adalah  sebuah keniscayaan. Hampir setiap hari tentunya seorang ibu selalu melakukan transaksi belanja. Terutama belanja kebutuhan pangan. Bagi para ibu yang biasa berbelanja di pasar tradisional, tentu juga sudah tak asing dengan peristiwa tawar menawar. Terlebih jika si ibu sudah hapal harga barang tersebut. Tentu akan terjadi tawar menawar yang sengit antara pembeli dan pedagang.

Kadang para pedagang memang sering membandrol harga seenak hati mereka. Sehingga merugikan pembeli.

Padahal jika saja para pedagang itu, mengikuti cara Rasulullah berdagang. Mereka tentu akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dan keberkahan yang tak putus-putus.

Berikut tiga hal yang selalu dilakukan Rasul dalam berdagang:

1.Menjadikan  proses dagang sebagai ladang amal dan ibadah.

Berniaga atau berdagang sebenarnya dapat dijadikan ladang amal dan ibadah, bukan melulu sebagai ladang mata pencaharian semata. Sehingga niat kita dalam berdagang, bukan semata-mata mengejar keuntungan yang tinggi. Lebih dari itu kita berupaya untuk dapat meningkatkan amal ibadah kita dalam dunia usaha.

Jika kita menjadikan usaha kita sebagai ladang amal ibadah, tentunya kita akan sangat berhati-hati dalam berinteraksi dengan pembeli (costumer). Kita akan menghargai dan bersikap santun pada customer. Berupaya untuk tidak mengecewakan mereka, dan menjaga hubungan baik (silaturahim) dengan mereka.

Hal ini secara tidak langsung menjadi investasi kita dalam menjaring pelanggan yang setia dan loyal.

2.Jujur dalam berdagang.

Saat ini banyak kita temui pedagang yang menutup-nutupi kekurangan produk yang dijualnya. Atau mempromosikan produk secara berlebihan, sehingga memberikan informasi yang tidak sesuai dengan aslinya. Tentunya tindakan ini sangat merugikan pembeli. Padahal dalam berdagang Rasulullah tidak pernah menyembunyikan cacat dan kekurangan barang yang ia jual. Bahkan Rasulullah selalu menjawab jika ada yang menanyakan harga modal dari sebuah barang yang ia jual.

Sikap jujur pastinya dapat membawa keberkahan bagi proses niaga. Mungkin keuntungan yang cepat belum bisa diraih. Namun, buat apa keuntungan cepat dan berlipat, jika didapatkan dengan cara yang tidak terhormat?

Jika keberkahan yang didapat. Insya Allah keuntungan pun akan terus tumbuh dan bertambah.

3.Memberikan pelayanan yang terbaik bagi customer.

Pembeli adalah raja. Begitu kata pepatah. Kalimat tersebut menggambarkan, bahwa pembeli harus dilayani dengan baik. Mungkin sahabat ummi pernah mengalami. Saat ingin membeli sesuatu, namun tidak mendapatkan layanan yang baik. Penjual melayani dengan wajah masam, dan sikap yang tidak ramah. Padahal wajah yang cerah dan senyuman tulus, merupakan salah satu bentuk pelayanan bagi customer, yang dapat membuat customer nyaman melakukan transaksi dengan kita.

Semoga kita bisa menerapkan cara rasululloh dalam menjalankan bisnis dagang kita. Bukan saja keuntungan semata yang kita dapatkan. Namun juga keberkahan dan kebaikan dalam usaha kita.

Foto ilustrasi: gogole

Profil penulis:

Indah s abidin. Penulis adalah seorang ibu dari 4 anak. Saat ini tinggal di Depok.

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)




Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top