Apakah Sahabat Ummi punya sejuta angan-angan untuk membuka usaha namun merasa ada saja hal yang menghambatnya? Memulai sebuah usaha memang mebutuhkan beberapa persiapan, diantaranya: modal, proses produksi, marketing dan improvisasi yang berkelanjutan. Hal yang seringkali dirasakan menjadi kendala adalah masalah modal. Padahal, banyak jenis usaha dengan modal yang cukup terjangkau. Contohnya: usaha kuliner seperti donat, kue, atau susu kedelai.
Atau barangkali merasa ada kendala di marketing dan proses produksi? Kemajuan teknologi dan perkembangan media sosial seperti sekarang ini, telah menciptakan berbagai peluang dalam berwira usaha yang minim modal dan proses produksi. Terdapat berbagai kisah sukses yang berawal hanya dari facebook, kaskus, atau media sosial lainnya. Hanya dengan mengupload gambar produk dari Tanah Abang, akhirnya muncul pesanan barang dari berbagai kota dan bahkan juga dari negeri seberang. Dari waktu ke waktu omsetnya pun makin bertambah.
Kekuatan dunia maya memang sangat layak untuk diperhitungkan. Kita dapat menjangkau potensial buyer dari berbagai golongan yang berlokasi di manapun. Yang kita perlukan sebagai step awal untuk memulia usaha berbasis online ini adalah mencari produsen atau supplier yang memiliki produk dengan kualitas baik. Selanjutnya, pasarkan melalui media social. Omsetpun akan bermunculan sekalipun kita tidak pernah mendirikan perusahaan.
Artikel terkait: Apa itu Bisnis Syariah?
Bagi usaha berbasis online ataupun usaha konvensional, terdapat beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan dalam berbisnis, yaitu:
1. Tidak pemalu
Seringkali kita merasa malu dan tidak cukup percaya diri untuk memasarkan produk. Buang jauh-jauh perasaan malu ini karena akan menjadi penghambat kesuksesan. Sepanjang bisnis yang kita jalankan halal, kita tidak perlu merasa malu. Ditolak satu, dua atau tiga konsumen adalah proses wajar dalam pemasaran produk.
2. Memiliki semangat yang kuat dan pantang menyerah
Bulatkan tekad untuk memulai usaha dan jangan mudah menyerah.
3. Pandai melihat kebutuhan pasar
Amati peluang yang mungkin dapat diciptakan berdasarkan kebutuhan pasar. Contohnya: usaha kuliner tanpa MSG untuk menjawab kebutuhan pasar akan makanan sehat.
4. Membentuk jaringan dan pandai memasarkan produk
Agar produk dapat terdistribusi dengan baik ke konsumen, maka usaha untuk membangun jaringan menjadi sangat penting. Contohnya adalah: mendatangi warung dan toko kue untuk dapat dijadikan mitra dalam bisnis stick keju-sayur.
5. Menjadikan setiap pengalaman dalam berbisnis menjadi guru terbaiknya
Analisa berbagai hal dalam perkembangan bisnis. Saat omset naik ataupun turun, perhatikan faktor-faktor penyebabnya.
6. Memperbanyak doa, ibadah dan sedekah
Kekuatan doa, ibadah dan sedekah tidak diragukan. Bukankah Allah SWT maha kaya? Sehingga diibaratkan: sebaik-baik berbisnis adalah berbisnis dengan Allah SWT karena Allah SWT tidak akan pernah menyia-nyiakan sekecil apapun usaha hamba-Nya.
Jika 6 hal diatas bisa diterapkan, maka insya Allah, memulai dan mengembangkan bisnis akan menjadi lebih mudah. Semoga bermanfaat.

Komentar