Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Womenpreneur
  4. /
  5. Seberapa Bertahankah Daya Juang Kita?

   Rubrik : Womenpreneur

Seberapa Bertahankah Daya Juang Kita?

  Ditulis Oleh Sih Wikaningtyas Dibaca 1972 Kali

Seberapa Bertahankah Daya Juang Kita?

Sahabat Ummi, kita semua pasti punya cita-cita bukan? nah apa  dan bagaimana mimpi kita asal baik dan positif  tentunya sah-sah saja.  Yang penting bagaimana usaha kita untuk menggapainya, direncanakan dan dikerjakan secara bertahap lalu kemudian kita akan mendapat hasilnya, barulah kita tahu apakah harapan itu memang  cita-cita yang terealisasikan atau sekedar mimpi?

Untuk menggapai cita-cita diperlukan daya juang lho! itulah mengapa banyak orang yang sebenarnya memiliki banyak keterbatasan baik itu fisik, materi atau fasilitas namun berkat daya juang tinggi dan mampu bertahan ia bisa mendapatkan impiannya.  Kemampuan bertahan dikenal dengan sebutan Adversity Quotient (AQ).  AQ atau Kecerdasan Survival adalah kecerdasan selain IQ, SQ dan EQ yang ditujukan untuk kemampuan mengatasi kesulitan.   AQ merupakan ilmu yang menganalisis kegigihan manusia dalam menghadapi setiap tantangan sehari-harinya.  AQ juga dapat digunakan untuk menilai sejauh mana seseorang ketika menghadapi masalah rumit.

Ada 3 tipe manusia yang oleh Stoltz digambarkan seperti tipe seorang pendaki gunung yakni:

1.  Quitter

Manusia bertipe Quitter adalah mereka yang gampang menyerah, atau sekedar bertahan hidup.  Jika ada tantangan berat di tengah jalan maka si quitter akan keluar dari area pertandingan alias putus asa. Jangankan bertahan untuk mulai melangkah saja ia sudah pesimis.

 

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Wanita Perlu Berperan Aktif dalam Masyarakat

 

2. Camper

Tipe Camper atau berkemah di tengah jalan, dia lebih baik dari quitter karena berani mengambil resiko akan tetapi resiko yang aman-aman saja. Kalimat yang sering  diucapkan oleh si camper adalah, “sudah ah, segini juga udah cukup”. Kelemahan dari camper adalah banyaknya potensi diri yang tidak teraktualisasikan karena pendakian belum sampai ke tujuan.

3. Climber

Nah buat  Sahabat Ummi yang nggak pantang menyerah terhadap badai apapun dalam hidup maka layak disebut sebagai si climber atau pendaki yang mencapai puncak.  Ciri dari climber adalah berani mengambil resiko, selalu menuntaskan pekerjaan, mampu menikmati proses menuju keberhasilan meskipun banyak kesulitan menghadang.

Tentunya Sahabat Ummi mau dong menjadi para climber sejati.  Untuk menggapainya tetap perhatikan kondisi fisik yang prima, mental berjuang yang tinggi, kestabilan emosi dan  tingkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Semoga bermanfaat.

Foto ilustrasi: google

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)




Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top