Sahabat Ummi. Apa yang Anda bayangkan kala menjumpai seorang anak tengah berdagang? Terasa miris apabila si anak terpaksa berdagang untuk memenuhi kebutuhan nafkah sehari-hari hingga harus meninggalkan bangku sekolahnya. Tetapi apa yang terlintas dipikiran Anda kala seorang anak dari keluarga berkecukupan belajar berdagang?
Mengajak si kecil belajar berdagang, belajar melakukan bisnis sedari dini adalah hal positif. Selain melatih kemandirian sedari dini, melatih seorang anak untuk berdagang juga akan meningkatkan rasa percaya diri pada anak, dan terutama si kecil akan dirangsang untuk peka akan kehidupan sosialnya.
Bercermin pada kehidupan Nabi Muhammad SAW yang diantaranya kala berusia dua belas tahun beliau telah ikut berdagang bersama pamannya (AbuThalib) ke negeri Syam, seiring waktu berkat ketekunan dan kesungguhannya dalam mengelola bisnis, beliau bahkan kala itu diusianya yang belum genap dua puluh tahun, telah berhasil mengemban amanah memimpin bisnis dari pamannya tersebut.
Maka akan sangat baik bila kita mulai memperkenalkan anak-anak kita untuk belajar berdagang atau berbisnis, mulai dari bisnis yang sederhana ,semisal menitipkan makanan ke kantin (tentu saja harus di bawah pengawasan bundanya di rumah), membuat bross atau jepitan rambut sederhana, hiasan pensil, dan lain-lain. Dari bisnis sederhana ini, anak akan menapaki bisnis yang semakin besar dan melebar.
Insya Allah kisah singkat di bawah ini dapat mendorong semangat kita untuk tetap mendukung kegiatan berniaga anak-anak kita yang mulai dari sekedar hobi hingga kelak menjadi wadah meluas yang bisa memberikan manfaat besar pada khalayak umum:
Abu Ya’la dan Thabrani meriwayatkan dari Amru bin Huraits bahwa Rasulullah SAW melewati Abdullah bin Ja’far yang ketika itu sedang melakukan transaksi jual beli dengan anak-anak yang lain, lalu beliau berdoa, “ Ya Allah, berkahilah transaksi jual belinya.”
Jadi jangan khawatir bila si kecil memiliki niat untuk berniaga, sebab ini adalah niat baik yang harus dikembangkan, tetapi orangtua harus memastikan bahwa aktiftas belajar si anak tidak anak terganggu karenanya.
Foto ilustrasi: google

Komentar