Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Tumbuh Kembang
  4. /
  5. Jangan Terlalu Dini dan Jangan Menunda Dalam Memberikan MPASI

   Rubrik : Tumbuh Kembang

Jangan Terlalu Dini dan Jangan Menunda Dalam Memberikan MPASI

  Ditulis Oleh Dwi Rukma Santy Dibaca 1424 Kali

Jangan Terlalu Dini dan Jangan Menunda Dalam Memberikan MPASI

Sahabat ummi, Sampai anak berusia 6 bulan, dianjurkan ibu hanya memberikan air susu ibu (ASI) sebagai satu-satunya asupan bagi si kecil. Nah, setelah anak berusia 6 bulan, pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) sangat penting dilakukan untuk melengkapi kebutuhan gizi mereka.

Pemberian ASI saja setelah melewati usia 6 bulan atau memperpanjang ASI ekslusif tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bayi baik makro maupun mikronutrien. Hal ini bukan berarti menambahkan asupan susu formula menjadi keharusan setelah bayi lulus ASI ekslusif. Tidak sedikit masyarakat yang telah mengetahui pentingnya ASI ekslusif selama 6 bulan, akan tetapi  banyak yang berasumsi bahwa setelah 6 bulan adalah saatnya menambahkan susu formula selain makanan bayi.

Rekomendasi WHO tentang gold standar pemberian nutrisi bagi bayi adalah dimulai dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dilanjutkan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan, lalu Makanan Pendamping ASI (MPASI) berkualitas pada usia 6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI saampai 2 tahun atau lebih. Sama sekali tidak disebutkan bahwa susu formula menjadi bagian dari standar emas tersebut.

Pada saat bayi menginjak usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi yang diperlukannya untuk tumbuh kembang tak dapat dipenuhi dari ASI saja. Pada rentang usia 6-12 bulan, kebutuhan energi kalori bagi bayi 70 % dapat dipenuhi dari ASI, sedangkan 30%nya harus dipenuhi dari sumber makanan selain ASI. Pemenuhan akan kebutuhan energi oleh ASI ini terus menurun menjadi 30% ketika usia 12-24 bulan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kebutuhan zat besi sangat minim dipenuhi dari ASI, hanya sekitar 10%. Inilah mengapa MPASI idealnya diberikan saat usia 6 bulan.

 

Baca juga: Tips yang Harus Diperhatikan saat Memperkenalkan MPASI kepada Bayi

 

Sangat disayangkan apabila ada kelompok masyarakat yang berpandangan ekstrim karena keyakinan tertentu mempertahankan pemberian ASI ekslusif sampai 2 tahun. Penundaan pemberian MPASI beresiko membuat tumbuh kembang bayi menjadi lebih lambat karena bayi tidak mendapatkan makanan tambahan yang dibutuhkannya. Selain itu bayi tidak mendapat zat-zat gizi untuk mencegah malnutrisi dan anemia karena defisiensi atau kekurangan zat besi. Ini menjadi kontribusi atas permasalahan gizi di Indonesia yang didominasi kekurangan energi protein (KEP), anemia defisiensi besi, kekurangan vitamin A dan yodium  (World Bank, 2006).

Secara garis besar pemberian MPASI secara dini beresiko malnutrisi karena biasanya bayi diberikan makanan yang encer yang kandungan nutrisinya jauh dari kebutuhan bayi. Resiko yang lain adalah kejadian sakit meningkat karena tak ada perlindungan dari ASI yang sarat zat antiinfeksi, kejadian diare meningkat akibat kontaminasi bahan dan alat makan, terjadi kondisi alergi karena imunitas bayi belum sempurna, serta menurunkan efektivitas kontrasepsi alami yang mampu dilakukan pada pemberian ASI ekslusif.

MPASI bukanlah makanan pengganti ASI melainkan makanan pendamping ASI sehingga saat bayi mulai dikenalkan pada makanan padat, pemberian ASI tidak boleh ditinggalkan. Konsep MPASI yang berkualitas menurut rekomendasi Unicef WHO memperhatikan unsur-unsur usia, frekuensi pemberian, kuantitas tiap pemberian, teksture makanan, anak aktif dan responsive, keberagaman makanan serta higienitas. Pada usia 6 bulan tubuh bayi telah siap menerima makanan bertekstur kental bukan lagi encer seperti ASI.

Foto ilustrasi: google

 

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)




Tag : tumbuh kembang


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top