Lewat buku best seller-nya, “Satu Keluarga Satu Pengusaha”, Valentino Dinsi, MM, MBA, Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI), mengampanyekan gerakan Satu Keluarga Satu Pengusaha. Gerakan ini dianggap penting untuk dilakukan sebagai salah satu solusi bagi terwujudnya kekuatan dan kemandirian ekonomi umat.
Agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang, buku tersebut dialihbahasakan ke dalam bahasa Malaysia dengan judul “Satu Keluarga Satu Usahawan” oleh Jamaludin Syahidan, yang juga perwakilan JPMI di Malaysia. Selain itu, diluncurkan pula edisi bahasa Inggris yang berjudul “Don’t Be an Employee For The Rest of Your Life”, disaksikan oleh Riyanto Sofyan, perintis hotel syariah di Indonesia, serta beberapa perwakilan pengusaha dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Ditemui dalam konferensi pers sekaligus peluncuran buku di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta Pusat (9/8), Jamaludin mengaku memerlukan waktu 11 bulan untuk menerjemahkan buku setebal 505 halaman itu. “Di Malaysia, pengusaha Muslim kurang, lebih banyak non-Muslim. Maka, menjadi pengusaha bagi Muslim bukanlah pilihan, tapi keharusan. Buku ini dapat menjadi bekal bagi generasi mendatang untuk membangun ekonomi umat,” ujarnya.
Valentino berharap gerakan ini dapat membantu pengusaha Muslim, tidak saja di Indonesia tetapi juga di Malaysia dan negeri jiran lainnya, dalam mengatasi kesulitan yang kerap ditemui di fase awal usaha, memajukan dan memperluas pasar, efisiensi usaha, serta memenangkan persaingan. “Ini menjadi sejarah dan langkah awal pengusaha-pengusaha Muslim di Asia,” kata Valentino.


Komentar