Assalamualaikum Wr. Wb. Ummi. Aku wanita 21th, aku tinggal ga sama ortu. Ibuku meninggal sudah lama. Ayahku tinggal di rumahnya sendiri. Aku menumpang pada eyang untuk lanjutin pendidikan. Dulu sbelum ibuku wafat, ayahku orang yg tempramen. Ia suka marah2, main fisik, apabila anak2nya salah melakukan sesuatu. Hingga sudah sebesar ini, rasa benciku atas perlakuannya masih ada meski ia berusaha berubah setelah ibu wafat. Tapi aku gak bisa lupa cacian beliau, bentakannya, tamparannya, hingga hukuman yang diberikan pada saat msh kecil. Krn hal itu, menyebabkan aku tidak dekat dengan ayah. Hingga umurku 21 thn ini, aku tak banyak bicara padanya. Aku segan bercerita ttg hidupku yang menjelang dewasa ini. Aku seperti gak kenal ayahku. Begitu juga dengan ayahku. Setiap kali menjengkunya di rumahnya, bawaan emosi kesal dan benci. Tapi disatu sisi, aku tahu dia butuh anak2nya mendampingi di hari tuanya. Jujur, gak tega juga harus ngeliat dia hidup sendirian terus, tapi rasa kesal dan benci itu masih sering muncul hingga terbawa sampai ke intonasi bicaraku yang meninggi. Apa yang harus ku lakukan, ummi?