Dok, kami keluarga kecil dengan seorang anak laki-laki berumur 4 tahun. Hal yang menggelisahkan kami sekeluarga, dalam melakukan segala sesuatu, anak kami selalu menggunakan tangan kiri. Apa, sih, penyebab anak kidal dan adakah yang bisa kami lakukan agar anak kami tidak kidal lagi?
Anwar, Sanggau-Kalimantan Barat
Salam kenal Bapak Anwar. Kurang lebih 90% orang di dunia memang tidak kidal, dan hanya 10% yang kidal atau left-handed. Para peneliti menyimpulkan, mayoritas penyebabnya adalah genetik atau keturunan, meskipun tidak semua anak kidal memiliki orangtua atau saudara yang kidal.
Evolusi genetik manusia, berdasarkan teori seleksi alam, membuat bagian kiri otak mengendalikan kemampuan bicara dan bahasa pada sebagian besar manusia. Bagian kiri ini jugalah yang mengatur penggunaan tangan kanan sehingga yang terjadi adalah dominasi tangan kanan.
Penyebab lainnya, cedera pada tangan kanan (misalnya patah tulang) yang membuat seseorang “terpaksa” belajar menggunakan tangan kirinya. Karena terbiasa, akhirnya ia menjadi kidal.
Mengapa harus gelisah memiliki anak yang bertangan kidal? Anak kidal sama-sama mempunyai otak sehat dan normal, seperti anak yang tidak kidal. Bahkan beberapa tokoh kenamaan dunia yang dikenal kreatif dan jenius, seperti Albert Einstein dan Bill Gates, adalah kidal—meskipun anak-anak kidal tidak selamanya lebih kreatif dibandingkan dengan yang tidak kidal.
Apabila yang dikhawatirkan adalah kebiasaan menggunakan tangan kiri untuk mengerjakan hal-hal yang disunnahkan memakai tangan kanan, misalnya untuk makan dan minum, atau sebaliknya seharusnya menggunakan tangan kiri, misalnya untuk membersihkan kotoran setelah buang air kecil/besar, maka orangtua bisa menanamkan kebiasaan ini sejak kecil. Sampaikan kepada anak penggunaan tangan yang seharusnya untuk mengerjakan kebiasaan yang dicontohkan Rasulullah saw. Kebiasaan untuk hal-hal khusus dapat mengurangi penggunaan tangan kiri anak.
*Rubrik ini diasuh oleh dr. Arifianto, SpA atau akrab dipanggil Dokter Apin. Selain aktif berpraktik di RSUD Pasar Rebo, beliau juga menulis buku "Orangtua Cermat Anak Sehat".




Komentar