Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Uncategory
  4. /
  5. Kerasukan Syetan, Benarkah Ada dalam Pandangan Islam?

   Rubrik : Uncategory

Kerasukan Syetan, Benarkah Ada dalam Pandangan Islam?

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 33210 Kali

Masih banyak yang meragukan mengenai kerasukan jin/ syetan ke dalam tubuh manusia, karena khawatir percaya pada hal-hal demikian termasuk syirik. Tepatkah berpikir demikian?

Mari kita simak hadits Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasalam sebagai berikut:

Sesungguhnya syetan itu dapat berjalan pada tubuh anak cucu Adam melalui aliran darah.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Ahkam no. 7171 dan Muslim, Kitab As-Salam no. 2175)

Hadits ini menunjukkan kemampuan jin/syetan masuk ke dalam tubuh manusia melalui aliran darah, ditambah lagi ayat Al Quran berikut ini:

Orang-orang yang makan riba itu tidaklah dapat berdiri (bangkit dari kuburnya) melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan syetan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275)

Ayat di atas memperjelas bahwa memang ada jin/ syetan yang dapat merasuki tubuh manusia, tentunya mereka hanya dapat merasuki manusia yang kurang penjagaan dan keimanannya, bisa jadi karena manusia tersebut lalai: Makan dengan tangan kiri, makan dan minum tanpa mengucapkan asma Allah, masuk WC dengan kaki kanan, tidak ikhlas terhadap ketetapan Allah, dan kondisi lainnya yang menyebabkan syetan bisa menguasainya.

Melihat ayat dan hadits tersebut, tentu saja yang perlu kita perbaiki adalah keyakinan bahwa mempercayai hal tersebut (bahwa syetan dapat memasuki tubuh manusia) tidaklah terkait sama sekali dengan syirik, karena Allah dan Rasul-Nya pun telah menginformasikan kebenarannya melalui Al Quran dan Hadits.

Abdullah bin Al-Imam Ahmad rahimahumallahu berkata: “Aku pernah berkata pada ayahku: ‘Sesungguhnya ada sekelompok orang yang mengatakan bahwa jin itu tidak dapat masuk ke dalam tubuh manusia.’ Maka ayahku berkata: ‘Wahai anakku, mereka itu berdusta. Bahkan jin dapat berbicara melalui mulut orang yang kesurupan.’

Ada beberapa hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan Al-Imam Ahmad dan Al-Baihaqi: “Bahwasanya seorang bocah gila didatangkan di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata (kepada jin yang merasukinya, -pent) :Keluarlah wahai musuh Allah! Aku adalah Rasulullah.’ Maka sembuhlah bocah tersebut.” (Al-Musnad, no. 17098, 1713)

 

Hati-hati dengan Syirik Sesungguhnya!

Yang menjadikan kita syirik adalah ketika kita meyakini bahwa syetan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada manusia, padahal Allah telah menerangkan bahwa jin/ syetan hanya dapat menguasai orang-orang yang menjadikan syetan sebagai pemimpinnya:

Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. An Nahl: 100).

Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu.” (QS. Saba': 21).

Dan perlu berhati-hati pula, jangan sampai kita keliru dan melakukan hal-hal bodoh yang menjerumuskan pada syirik dengan meminta bantuan pada jin/syetan yang sebenarnya tidak memiliki kekuatan apapun:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Al-Jin: 6)

Jangan pula kita terjerumus keyakinan pada tukang ramal dan perdukunan:

“Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu, ia berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain),yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”(HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid).

“Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab ‘Shahih Muslim’, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari.”

 

Wallahualam.


Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)


loading...


Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top
Mohon dipasang sebelum