Tips Membuka Usaha Catering bagi Yang Tidak Bisa Memasak

By | January 20, 2017

Sahabat Ummi, bisnis di bidang makanan adalah salah satu bisnis yang menjanjikan dari masa ke masa. Setiap orang pasti butuh makan dan jumlah manusia pasti bertambah adalah dua alasan kuat mengapa bisnis di bidang kuliner enggak akan pernah mati. Selama manusia tidak punah, bisnis kuliner akan selalu berprospek.

Umumnya, orang-orang yang menggeluti bisnis tersebut adalah mereka yang bisa atau pandai memasak. Padahal, tidak juga. Yang tidak terlalu memiliki kemampuan memasak yang memadai pun bisa ikut andil di bisnis ini.

Bagaimana caranya? Berikut hasil wawancara penulis dengan salah satu pengusaha katering di Kota Batu Jawa Timur yang mengaku tidak terlalu bisa memasak.

1. Memilih chef atau tukang masak yang mumpuni

Inti dari bisnis kuliner adalah rasa atau lebih jauh lagi adalah dapur atauu tukang masak. Bisa dibilang, ini kebutuhan primer. Maka yang harus dilakukan pertama kali adalah memilih tukang masak yang mumpuni dan itu bisa dari mana saja, tetangga terdekat misalnya.

Sebenarnya kita bisa belajar masak sendiri, tapi pastinya butuh waktu sedikit lama untuk menghasilkan masakan yang bisa diterima pasar dan mampu bersaing. That's why, kalau punya kenalan orang yang pintar masak, kenapa enggak direkrut aja jadi pegawai.

2. Bikin sistim usaha

Yang kita mau ini seperti apa: bikin usaha kateringan atau warung. Karena pastinya beda sistim beda perlakuan. Usaha kateringan tidak membutuhkan stok makanan terlalu banyak bahkan bisa dengan cara Just In Tine yang artinya ada yang pesan baru dibikin. Sedangkan kalau memilih sistim warung, tentu kita mesti punya stok makanan.

Dan, pada pembahasan kali ini, yang dimaksud adalah sistim kateringan.

 

Baca juga: Bisnis Kuliner dnegan Modal Kecil dan Menguntungkan

 

3. Survey pasar

Sebelum membuat menu masakan, karena sistim usahanya adalah kateringan alias bergantung pada pesanan, maka tidak ada salahnya jika kita melakukan survey pasar di dunia nyata. 

Misal targetnya ternyata adalah para pekerja kantoran di sekitar Batu dan Malang yang malas masak, ibu rumah tangga, & anak-anak sekolahan (untuk kegiatan di sekolah), maka dari sini kita sudah punya bayangan kira-kira berapa harga yang akan kita tawarkan pada mereka dan apa saja menunya serta bagaimana pemasarannya.

4. Tempat masak

Jika cukup besar, kita bisa menggunakan rumah sendiri. Tapi jika budget cukup, kita bisa menyewa rumah khusus untuk memasak. Jadi ya enggak usah terlalu besar rumahnya.

5. Survey kompetitor

Selain berprospek, bisnis di bidang makanan juga sarat akan kompetitor. That's why kita mesti melihat seperti apa pesaing kita dan hal apa yang belum mereka tawarkan ke konsumen yang sekiranya bisa kita isi.

6. Membuat daftar menu

Selanjutnya, kita bisa membuat menu harian dan per harga

7. Promosi di dunia nyata

Bagaimana caranya? Sementara usaha kita ini masih baru. 

– manfaatkan link sebanyak yang kita miliki, misal kita punya teman yang kerja di A, kita bisa meminta informasi tentang A untuk kemudian kita akan memiliki gambaran produk seperti apa yang akan kita tawarkan di A. Pun untuk yang lain

– jangan pelit untuk memberikan tester secukupnya

– datang langsung ke kantor atau instansi 

– dll

Jika kita jeli, dari dunia nyata dan dari wilayah yang enggak sampai se-Indonesia saja sudah banyak kok keuntungan yang bisa kita raih.

Bagaimana, tertarik?

 

Penulis

Miyosi Ariefiansyah adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar. Rumah mayanya ada di rumahmiyosi(dot)com

Foto ilustrasi: google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *