Surga para Pesepeda (1)

By | November 13, 2014

Bicara tentang negara yang begitu peduli terhadap pengendara sepeda, tak diragukan lagi, Belanda ada di posisi pertama. Meski hanya dua hari mengunjungi tiga kota (Amsterdam, Leiden, dan Den Haag) dan melewati dua kota (Eindhoven dan Utrecht), saya menyaksikan langsung bagaimana Belanda sangat layak dijuluki “surga para pengendara sepeda”.

 

Gowes di Mana-mana

Angin dingin menyerbu saat saya keluar dari Bandara Schiphol untuk mencari bus yang akan membawa ke pusat kota Amsterdam. Summer baru saja berlalu, tapi aura winter sudah begitu terasa. Jalur kereta ke Amsterdam sedang ditutup karena ada kebakaran di salah satu terowongan. Akibatnya, saya harus naik bus menuju Amsterdam Arena, stasiun yang dekat dengan hostel tempat saya menginap. Tak masalah, sebab saya jadi dapat melihat keseriusan pemerintah Belanda menjadikan bersepeda sebagai budaya masyarakat. Jalur sepeda yang rapi, rambu-rambu yang jelas dan menghormati pengedara sepeda, hingga tempat parkir sepeda gratis, tersedia di sini.

         Di Amsterdam, yang dijuluki ibu kota sepeda di Eropa, hampir 60 persen perjalanan penduduknya dilakukan dengan mengendarai sepeda. Dengan penduduk sekitar 820 ribu, ada lebih dari 900 ribu sepeda yang dimiliki warga Amsterdam. Ibu kota Belanda ini memiliki jalur sepeda sepanjang 400 kilometer. Tak jauh dari Amsterdam Centraal, stasiun sentral yang menjadi tempat persilangan beragam moda transportasi, terdapat penyewaan sepeda. Para pesepeda berlalu-lalang di depan stasiun bergaya Renaissance yang mulai digunakan pada tahun 1889 itu. Tak perlu bersaing dengan moda transportasi lain, dan para pesepeda bukanlah warga kelas dua.

         Bukan hanya di Amsterdam, di dekat terminal, stasiun, serta pusat keramaian di setiap kota, bahkan pelosok sekali pun, pasti terdapat penyewaan sepeda. Diperkirakan, jumlah sepeda di Belanda lebih banyak daripada jumlah penduduknya yang kurang dari 17 juta jiwa. Sementara jalur khusus sepeda di Belanda tercatat sepanjang 35.000 kilometer. Wow, sambil koprol deh, saya!

         Di Leiden, persis di depan stasiun keretanya, saya terperangah melihat ribuan sepeda terparkir rapi bertingkat-tingkat. Kota cantik ini merupakan rumah bagi universitas tertua di Belanda, Universitas Leiden. Sebagian besar mahasiswa, dari jumlah keseluruhan sekitar 18 ribu orang, bersepeda menuju kampus.

         Kota tua yang berjarak 40 kilometer dari Amsterdam ini dikepung kanal-kanal cantik. Taman-taman publik seperti terserak di sekitar Universitas Leiden. Banyak mahasiswa memanfaatkan taman-taman yang terletak di pinggir kanal sebagai tempat belajar, ada juga yang sambil piknik. Saya, karena dibuai angin semilir, tergoda untuk melepas lelah di sebuah taman. (bersambung)

Rahmadiyanti Rusdi
*Traveler, tinggal di Jakarta

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *