Serunya Berburu Kuliner Halal di Hatyai

By | January 26, 2017

Bagi sahabat Ummi yang gemar melancong, menikmati wisata kuliner di tempat tujuan jelas merupakan suatu keharusan. Kekayaan tradisi dan budaya dari tempat yang dituju sering kali membuat kita menemukan berbagai sajian unik yang mungkin tidak dapat ditemui di tempat asal. Memang belum tentu akan cocok dengan selera lidah kita, tapi mencoba sesuatu yang baru bukankah itu indahnya dari sebuah perjalanan?

Hanya saja Sahabat Ummi, menemukan makanan halal bisa menjadi tantangan tersendiri terutama jika melancong ke negara dengan mayoritas penduduknya beragama non Islam. Jangan harap kita bisa menemukan makanan halal di semua tempat seperti di Indonesia. Salah-salah memilih menu, bisa jadi kita melanggar larangan agama.

 

Baca juga: Inilah Beberapa Peluang Usaha Kuliner Terlaris di Indonesia

 

Thailand adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Budha. Negara gajah putih ini cukup mendunia sebagai negara kunjungan wisata, termasuk bagi para pelancong asal Indonesia. Bangkok, Phuket dan Pattaya merupakan destinasi wisata favorit yang dikunjungi banyak pendatang setiap tahun.

Tapi buat mereka yang tidak ingin terlalu dipusingkan dengan pencarian makanan halal jika ingin ke Thailand, dapat mengunjungi Hatyai. Nama Hatyai cukup terkenal dikalangan para backpacker. Umumnya menjadi tempat transit bagi para pelancong yang hendak menjelajahi Thailand lewat jalur darat. Hatyai sendiri memiliki pesona wisata yang tidak kalah menariknya dibanding kota-kota lain di Thailand.

Di Hatyai, jumlah penduduk muslim cukup signifikan. Karenanya berburu kuliner di salah satu kota terbesar di Thailand itu cukup menenangkan. Tidak sulit menemukan makanan-makanan dengan penanda halal di sini. Berbagai menu khas Thailand-pun dapat dijumpai. Ditambah lagi letak kota ini yang berdekatan dengan lintas batas Malaysia, membuat makanan dengan corak melayu pun masih bisa ditemui.

Saat sore, menjelang malam, adalah saat yang tepat untuk berburu kuliner di Hatyai. Ada dua tempat yang bisa menjadi pilihan. Yang pertama adalah area pedagang kaki lima di sekitar Le Garden plaza. Setiap sore menjelang malam, area di sekitar pusat perbelanjaan tersebut akan begitu meriah dengan deretan para pedagang kaki lima.

Tempat lainnya adalah Hatyai Floating Market. Tidak sepopuler Bangkok Floating Market memang, namun tidak kalah meriahnya. Untuk mencapai tempat itu kita bisa menggunakan Tuk-tuk sekitar 20 menit dari pusat kota. Di tempat ini deretan pedagang dengan sampan atau perahu terapun menjajakan dagangannya. Kebanyakan adalah makanan dan camilan dengan tampilan yang sangat menarik. Sayang pasar terapung ini hanya buka di sore akhir pekan saja.

Jika berkunjung ke Hatyai dan Thailand kelak, setidaknya ada beberapa menu kuliner yang patut dicoba. Lapak-lapak pedagang makanan halal biasanya ditandai dengan logo tulisan halal berbahasa arab, kaligrafi nama Allah dan Rasulullah, atau lambang bulan-bintang. Berikut makanan yang dapat dijumpai ketika berkunjung ke Hatyai:

1. Aneka Jajanan dan Makanan Ringan

Menyusuri jalan-jalan disekitar Lee Garden Plaza memang butuh ketebalan iman yang besar. Deretan jajanan terpajang dengan meriah di kanan dan kiri jalan yang dipenuhi pejalan kaki. Mulai dari potongan ayam panggang dengan potongan besar, sosis dan meatball beraneka macam, hingga udang dan cumi yang aromanya begitu menggoda. Biasanya jajanan yang digemari banyak orang ini dimakan dengan saus khas Thailand yang unik dan kaya dengan rasa asam.

Beberapa jenis panganan manis juga ada di sini, seperti Kanom Krok yang terlihat seperti kue cubit yang terbuat dari kelapa atau Kanom Buang, seperti kue semprong namun diberi berbagai toping yang biasanya manis namun ada juga yang asin. Selain itu juga buah-buahan segar yang siap makan juga bertebaran dibanyak lapak. Berhati-hatilah untuk tidak keburu kenyang oleh camilan-camilan ini selagi berburu makanan utama.

 2. Som Tam

Menu yang satu ini adalah menu wajib buat penggemar salad. Som Tam terdiri dari taoge dan potongan mangga serta pepaya muda. Ditambah potongan kacang panjang, tomat dan mentimun kemudian disiram dengan saus khasnya yang asam-pedas. Membuat menu satu ini jadi begitu menyegarkan.

 3. Manggo Sticky Rice

Yang satu ini cukup populer di Indonesia belakangan ini. Sekilas menu ini sangat sederhana. Potongan mangga dengan beras ketan yang halus kemudian disiram dengan santan susu yang manis dan kental. Rasanya? Benar-benar memanjakan lidah. Entah benar atau tidak, tapi konon banyak yang bilang Manggo Sticky Rice di Thailand jauh lebih enak, berasnya lebih pulen, mangganya pun lebih manis.

 4. Pad Thai

Ini adalah mie siram khas Thailand. Bentuk mienya mirip dengan kwetiaw namun berukuran lebih kecil. Biasanya ditambahkan pula potongan sea food dan juga taoge lalu disiram dengan saus yang asam-pedas. Wujudnya mirip seperti mie goreng, namun dengan sensasi masam yang unik.

 5. Tom Yam

Jauh-jauh datang ke Thailand tidak mencoba makanan khas satu ini rasanya belum sah. Orisinalitas adalah sebabnya, karena di negeri asalnya ini Tom Yam terasa lebih asam, pedas dan beraroma yang khas. Kalau soal isi mungkin sama, namun kekayaan rasa kuahnya bakal bikin kita bingung versi mana yang lebih enak.

 6. Hoy Tod

Makanan bernama Hoy Tod ini begitu populer di Hatyai. Padahal street food satu ini cukup sederhana. Mirip dengan telur dadar biasa, namun diberi tiram sebagai isian. Bukan Cuma itu, dibawahnya biasa ada taoge yang jadi pelengkap. Orang Thailand memang sepertinya sangat menyukai taoge.

 7. Thai Tea

Jika memesan Es Teh di Thailand, mungkin kita akan kaget karena mendapati minuman yang berbeda dengan yang kita temui di Indonesia. Es Teh di Thailand warnanya lebih gelap dan ada rasa pahitnya. Tidak jarang kita menemui Es Teh di Thailand dicampur pula dengan susu atau santan kelapa.

Masih banyak kekayaan kuliner yang bisa dicoba di Hatyai, mulai dari yang normal hingga yang paling ekstrim sekalipun. Pada dasarnya jangan pernah malu bertanya tentang kehalalan makanan yang kita beli karena di Hatyai cukup banyak yang bisa bahasa melayu. Para pedagang biasanya dengan senang hati menjelaskan. Dan jangan lupa, baca Basmalah dan baca doa sebelum makan ya.

Foto ilustrasi: google

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *