Sambut Visit 2020 Wonderful Bengkulu, Warrior FCTC Berkomitmen SDM Bengkulu Sehat berkualitas Tanpa Rokok

By | July 1, 2018
Jakarta 30 Juni 2018, Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota telah memasuki kota ke 22. Kali ini giliran Warrior Kota Bengkulu yang mendapat kepercayaan menyambut kedatangan Wayang FCTC (Framework Convention On Tobacco Control) dan mementaskannya di bumi Raflesia.
Antusias mementaskan Wayang FCTC, para Warrior FCTC Kota Bengkulu Firman Hidayat dan Cindy, segera berkolaborasi dengan organisasi anak muda di kotanya. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 7 organisasi pun dilibatkan, yakni Forum Genre Provinsi Bengkulu, Forum Anak Wilayah Provinsi Bengkulu, Bengkulu Youth Forum, Satgas Anti Narkoba Sekolah Provinsi Bengkulu, Duta Anti Tembakau, Forum Remaja Sahabat KPU Provinsi Bengkulu, dan Green Generation Kota Bengkulu.
Pementasan Wayang FCTC  dilaksanakan hari ini di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Menurut Ahoy, panggilan akrab Firman Hidayat, pementasan wayang FCTC ini sekaligus menjadi komitmen anak muda untuk mendukung Pemprov Bengkulu mewujudkan program Visit 2020 Wonderful Bengkulu, yang akan menjaga goal besarnya pariwisata Bengkulu.
“Bengkulu banyak memiliki objek wisata kelas dunia (world class) seperti Benteng Marlborough, Rumah Bung Karno, dan pantai Panjang yang pasir putihnya sangat bersih dan indah. Kami berharap komitmen Pemprov Bengkulu untuk menjadikan semua objek wisata di Bengkulu bebas dari iklan, promosi dan sponsor rokok,” ujar Ahoy.
Selain itu, Ahoy menegaskan, Warrior FCTC Bengkulu juga bertekad mewujudkan SDM Bengkulu yang world class.
“Maksudnya SDM world class adalah anak muda Bengkulu nantinya diharapkan menjadi generasi muda yang sehat berkualitas dan tidak sakit-sakitan akibat penyakit yang disebabkan rokok. Dan ini bisa diwujudkan melalui komitmen pemerintah melindungi anak dari dampak konsumsi rokok dan dari target pemasaran rokok yang selama ini menyasar anak dan remaja sebagai konsumen pemula,” tegas Ahoy.
Karena itu, pada saat pementasan wayang FCTC warrior di Bengkulu, Ahoy dan Cindy mengajak Pemprov Bengkulu dan komunitas anak muda Bengkulu menandatangani Komitmen Dukungan untuk melindungi generasi muda Bengkulu dari dampak konsumsi rokok dan paparan asap rokok, dan dari target pemasaran industri rokok.
Sementara itu Cindy, warrior Kota Bengkulu lainnya, merasa senang karena Pemprov Bengkulu sangat mendukung kegiatan pementasan Wayang FCTC, disebabkan kekhawatiran Pemprov terhadap tingginya jumlah perokok muda, dan bertekad menurunkan prevalensi perokok muda di Bengkulu.
“Hampir setengah juta warga Bengkulu mengkonsumsi rokok, dan sudah menyasar usia anak-anak. Ini menandakan Bengkulu sudah darurat rokok, sehingga sangat mengkhawatirkan pemerintah,” kata Cindy. Ia mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, bahwa jumlah perokok di Provinsi Bengkulu mencapai 495.992, dan sebanyak 1,9% diantaranya adalah anak usia dibawah 18 tahun (Data BPS Provinsi Bengkulu tahun 2016).
Sebenarnya, tambah Cindy, Pemprov Bengkulu sudah melakukan berbagai upaya untuk melindungi anak muda dari dampak konsumsi rokok. Salah satunya, dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) No. 4 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.“Namun sayangnya Perda KTR belum bisa melindungi anak muda dari dampak rokok secara maksimal. Sehingga sebagai anak muda yang peduli masa depan generasi muda Bengkulu, kami ikut bersuara mendukung Pemprov melalui pementasan Wayang FCTC ini,” tegasnya.
Itu sebabnya Cindy dan Ahoy sangat senang dengan kedatangan Wayang FCTC di kotanya, karena menjadi momentum bagi Warrior FCTC dan 7 organisasi anak muda Bengkulu untuk menyuarakan dukungan bagi perlindungan anak muda Bengkulu dari dampak konsumsi rokok dan dari target pemasaran rokok.
 Sambut Visit 2020 Wonderful Bengkulu, Warrior FCTC Berkomitmen SDM Bengkulu Sehat berkualitas Tanpa Rokok
*Pemda Apresiasi Kreativitas Kampanye Anti Rokok melalui Wayang FCTC*
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, turut hadir di acara pementasan wayang FCTC, mewakili Pelaksana Tugas  (Plt) Gubernur Provinsi Bengkulu, Rohidin Mersyah.
Herwan mengapresiasi anak muda Bengkulu yang berkomitmen mendukung program visit 2020 Wonderful Bengkulu melalui pementasan wayang FCTC warrior.
“Kampanye anti rokok melalui pementasan wayang sangat  kreatif, menunjukkan komitmen anak muda sebagai pelopor yang ingin menjadikan generasi muda Bengkulu sehat dan berkualitas,” ujar Herwan.
Pementasan Wayang FCTC di Bengkulu ini, sama seperti di beberapa kota sebelumnya melakonkan 6 karakter tokoh superhero yang diadopsi dari pasal-pasal dalam FCTC (Framework Convention On Tobacco Control).
Namun khusus di bumi Raflesia ini, ada 2 karakter yang menjadi tokoh utama pementasan wayang, yakni Smoke-Free Zone dan Cukai Zei.
Smoke-FreeZone adalah karakter Superhero yang mampu menciptakan Kawasan Tanpa Rokok, dimana karakter ini menggambarkan komitmen Pemprov Bengkulu yang sudah berkomitmen menciptakan Kawasan Tanpa Rokok. Sedangkan karakter Cukai Zei digambarkan memiliki kekuatan menaikan tarif cukai tembakau untuk menjauhkan keterjangkauan anak terhadap rokok.
Karakter Cukai Zei dipilih karena pada 30 Mei lalu, jelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia, para Warrior FCTC meluncurkan Katalog Harga Rokok. Katalog yang diterbitkan berdasarkan hasil survey para Warrior FCTC ini menyebutkan bahwa harga rokok masih sangat murah. Bahkan, Peraturan Mentri Keuangan (PMK) tahun 2017 hanya mampu menaikkan harga rokok paling tinggi Rp.500 perbatangnya.
Harga rokok yang masih sangat murah ini juga dikhawatirkan oleh Ahoy dan Cindy.
“Jika rokok masih murah, anak-anak dan orang miskin akan membeli rokok. Keluarga miskin akan tetap merokok, padahal rokok itu jelas-jelas memiskinkan. Begitu pula anak-anak bisa merokok karena harga rokok terjangkau uang saku mereka, dan ini berpotensi merusak kesehatan mereka di masa depan,” tegas Ahoy.
Ahoy mengutip data Biro Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu tahun 2016, bahwa jumlah konsumsi rokok tahun 2016 mencapai rata-rata 98,17 batang per minggu per orang atau 4.712 batang per tahun per orang.Sehingga jumlah konsumsi rokok pada tahun 2016 mencapai 2.337.193.662 batang per tahun.Angka yang sangat fantastis!.
“Jika seandainya rata-rata harga rokok adalah Rp 1.000/batang maka pada tahun 2016 lalu pengeluaran untuk konsumsi rokok setara dengan Rp 2,3 triliun lebih. Angka tersebut bahkan lebih besar dari APBD Provinsi Bengkulu pada tahun 2016 yang hanya menyentuh angka Rp2,2 Triliun saja,” tegas Ahoy.
“Kondisi di Bengkulu sudah darurat rokok. Karena itu harga rokok harus mahal! Supaya kami jangan kehilangan lagi Rp2,3 Triliun gara-gara rokok murah,” pungkasnya.
*Menuju Kabupaten Pandeglang*
Setelah Bengkulu, Wayang FCTC akan diperjalankan kembali dalam rangkaian Petualangan 365 hari FCTC Warrior di 25 kota. Kabupaten Pandeglang sudah menunggu untuk menerima estafetke-23 Wayang FCTC Warrior.
FCTC Warrior adalah 40 anak muda dari 25 kota di Indonesia yang berkolaborasi menolak hegemoni industri rokok dan menolak menjadi target pemasaran industri rokok. Mereka mengikuti Konferensi Youth Summit di Bogor pada Mei 2017 dan mendeklarasikan Suara Anak Muda untuk FCTC di Jakarta. Sejak Agustus 2017, Wayang FCTC yang menjadi simbol FCTC Warrior, diperjalankan ke 25 kota untuk mengajak lebih banyak anak muda bersuara menolak menjadi target pemasaran industri rokok.
Ingin tahu aksi dan petualangan FCTC Warrior di kota berikutnya? Nantikan berita dari rangkaian Petualangan FCTC Warrior di 25 Kota di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *