Humor Rasulullah

0 3

Sahabat Ummi, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalaam adalah pribadi yang humoris, beliau suka sekali bercanda dengan anak-anak, istri, dan para sahabatnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, Artinya: “Dan sesungguhnya Dia-lah yang membuat manusia tertawa dan menangis” [QS. An-Najm: 43]

 

Berikut adalah hadits-hadits yang menjelaskan mengenai canda Rasulullah:

1.  Bermain dengan cucu

Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu menceritakan: “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan al-Hasan bin Ali Radhiyallahu 'anhu. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.”

 

2. Oles makanan ke pipi

Dari Aisyah ra, ia berkata : Rasulullah berada di tempatku bersama Saudah, lalu aku membuat jenang. Aku bawa (jenang itu) kepada beliau, kemudian aku berkata pada Saudah : Makanlah ! Akan tetapi, ia menjawab : Saya tidak menyukainya. Aku pun berkata : Demi Allah, kamu makan atau aku oleskan ke wajahmu ?

 Ia berkata : Saya tidak berselera memakannya (Kata Aisyah) : Lalu aku ambil sedikit, kemudian aku oleskan ke wajahnya, sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam ketika itu duduk di tengah-tengah antara aku dan dia.

Kemudian beliau merintangi dengan lututnya supaya dia dapat membalasku, lalu ia mengambil jenang dari piring tersebut, kemudian dia (saudah) membalas mengoleskannya kepadaku dan Rasulullah tertawa .  (HR Ibnu Najjar)

 

3. Anak Unta yang sudah besar

Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, dan dia meminta agar Rasulullah mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya.

Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”

Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barangku ini?”

Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah.

 [Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud & At Tirmidzi. Sanad sahih]

 

4. Tidak ada nenek-nenek di surga

Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?”

Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya.

Kemudian Rasulullah menjelaskan mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. [Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan]

 

5. Budak Mahal

Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, “Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya”.

Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat. Zahir: “Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!” Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah.

Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah. Rasulullah berkata: “Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??”

Zahir: “Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka”

Rasulullah: “Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?” Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah. [Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra]

 

6. Makan Kurma plus plus

Suatu hari Rasulullah bersama Ali dan sahabat yang lain sedang makan kurma bersama-sama. Pada saat makan kurma itu biji kurma bekas Ali diletakkan di depan Rasul.

Ketika hampir selesai Ali berkata “Ya, Rasulullah kelihatan engkau sangat lapar karena makan kurma begitu banyak, lihat biji kurma itu banyak di depan engkau”.

Kemudian rasulullah mejawab,”Bukannya engkau yang sangat lapar karena makan kurma bersama biji-bijinya”, “Lihat tidak ada biji kurma di depan mu”?

 

7. Sama-sama…

Pada saat perang Khandaq terjadi, Rasulullah dan para sahabatnya bekerja membangun parit (khandaq) untuk pertahanan kaum mukminin di Madinah.
Pada saat mereka bekerja ada seorang sahabat yang merasa lapar dan haus sekali sampai-sampai dia mengganjal perutnya dengan sebuah batu.

Kemudian sahabat itu berkata kepada Rasulullah,”wahai Rasulullah saya sangat lapar sekali sehingga untuk mengurangi laparku aku mengganjalnya dengan sebuah batu”.
Sambil berkata begitu sahabat tersebut membuka bajunya dan menunjukkan satu batu yang mengganjal perutnya.

Sambil tersenyum kemudian Rasulullah membuka perut bajunya dan terlihatlah oleh sahabat tadi ada dua buah batu yang juga mengganjal perut Rasulullah. Sambil tersipu malu sahabat tadi melanjutkan pekerjaannya.

 

loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.