Rasulullah Berwudhu dengan Sedikit Air

0 837

Sahabat Ummi, berapa banyak air yang biasa digunakan untuk berwudhu? Sering kali kita yang mentang-mentang tinggal di daerah dengan air melimpah ruah, sembarangan saja membuka kran air dengan deras, sehingga memboroskan pemakaian air. Padahal Rasulullah telah melarang melakukan hal ini.

Imam An-Nawawi dalam karyanya Khulâshatul Ahkâm fî Muhimmâtis Sunan wa Qawâ‘idil Islâm menyebutkan secara eksplisit larangan boros air dalam berwudhu sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah

Artinya, “Rasulullah berkata kepada salah seorang sahabatnya yang akan mengambil air sembahyang, ‘Jangan berlebihan (dalam penggunaan air).’”

Rasulullah Berwudhu dengan Sedikit Air

Sejumlah riwayat menyebutkan seberapa banyak Rasulullah SAW menggunakan air untuk mandi dan berwudhu. Demikian disampaikan Imam An-Nawawi dalam karyanya Khulâshatul Ahkâm fî Muhimmâtis Sunan wa Qawâ‘idil Islâm.

Dari Anas Radiyallaahu ‘anhu, “Rasulullah SAW mandi menggunakan air sebanyak satu sha‘ hingga lima mud. Sedangkan untuk mengambil air sembahyang, Beliau SAW menghabiskan air sebanyak satu mud,” (HR Bukhari dan Muslim.)

Dan tahukah Sahabat Ummi 1 mud itu ukurannnya berapa ? Yaitu air yang ukurannya 688 ml. Sekitar ukuran botol tanggung air mineral dalam kemasan yang banyak dijual. Maka 1.5 liter air itu bisa digunaan oleh Nabi shalllahu’alaihi wassalam berwudhu 2 kali.

Dari pelbagai riwayat di atas, para ulama menyimpulkan bahwa agama melarang keras penggunaan air secara berlebihan termasuk dalam berwudhu. Karenanya mereka menetapkan bahwa boros air dalam berwudhu adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah (makruh). Berikut ini kutipan dari Syekh M Nawawi Banten dalam Qûtul Habîbil Gharîb, Tausyîh ‘alâ Fathil Qarîbil Mujîb.

Artinya, “Adapun hal-hal yang dimakruhkan dalam mengambil air sembahyang adalah berlebihan dalam menggunakan air, mendahulukan anggota tubuh kiri dibanding yang kanan, menambah lebih dari tiga basuhan secara yakin, mengurangi basuhan kurang dari tiga basuhan meskipun ragu…”

Demikianlah, karena kita hidup di daerah yang air melimpah ruah, terkadang kita sendiri tidak sadar bahwa kita bersuci seringnya dengan cara yang cendrung mubazir. Boros air. Seakan tidak sah berwudhu kalau tidak dari air yang banyak mengucur. Padahal syariat yang mulia ini memerintahkan agar kita tidak berlebihan. (Marthina)

loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.