Pentingnya Investasi bagi Freelancer

By | September 19, 2016

Sahabat Ummi, menjadi seorang pekerja lepas atau freelancer berarti harus siap dengan segala macam konsekuensi yang ada, terutama yang berkaitan dengan “keamanan” finansial diri sendiri. Meskipun memiliki kebebasan waktu dan penghasilannya bisa melebihi pekerja tetap (dengan syarat dan ketentuan yang berlaku tentunya), namun tetap saja pekerja lepas tidak mendapatkan jaminan dari klien atau pemberi kerja. Selesai kontrak atau proyek, maka selesai sudah “hubungan” di antara kedua belah pihak.

Hal ini yang kadang-kadang menjadi dilema, terutama bagi pekerja lepas yang sudah berkeluarga. Ketika dia tidak bekerja, maka tidak akan ada uang yang mengalir dengan sendirinya. Bekerja, dapat uang. Tidak bekerja, tidak dapat uang. Begitulah kira-kira.

Untuk memproteksi diri dari hal-hal non-teknis yang mungkin terjadi, freelancer bisa menggunakan beberapa cara. Bisa dengan menabung dengan jumlah tertentu. Cara ini tergolong mudah. Hampir semua freelancer melakukannya. Meskipun demikian, cara mudah ini bukan berarti tak memiliki risiko. Jika si freelancer tidak kuat iman, maka sangat dimungkinkan di masa jaya, dia justru akan lebih banyak belanja daripada menabung. Dan, hal-hal pahit pun baru akan dirasakan ketika sepi job, sementara kondisi keuangan semakin menipis. Bagaimana pun juga, freelancer tak memiliki “pengawas” khusus selain dirinya sendiri. Bulan ini bisa saja menabung sepertiga pendapatan. Tapi, bulan lainnya, bisa saja rencana hanya tinggal rencana alias tidak ada serupiah pun yang ditabung.

Untuk mengantisipasi godaan tersebut, freelancer bisa menggunakan cara berikutnya, yaitu investasi. Kesannya memang agak memaksa, tapi toh manusia kadang-kadang memang harus sedikit dipaksa demi kebaikan diri mereka sendiri.

Dengan ikut investasi, freelancer mau tidak mau akan mengusahakan kondisi di bawah ini:

1. “Terpaksa” berpenghasilan: ada kalanya pekerja lepas tidak mood karena mungkin merasa dirinya sudah aman secara finansial. Padahal, job tak datang setiap saat. Ada masa-masa banjir job, pun sebaliknya. Dengan memiliki “tanggungan”, freelancer “dipaksa” untuk tidak merasa aman. Dan, pada akhirnya, si freelancer pun akan tetap produktif.

 

Baca juga: Tips Mengelola Finansial Keluarga untuk Freelancer

 

2. “Terpaksa” menabung: investasi bisa diartikan seperti menabung hanya saja dengan “pengawasan” pihak-pihak tertentu. Pernahkah kita melakukan perbuatan (yang sebenarnya baik, namun kita malas saja saat itu) yang menurut kita membosankan. Awalnya, kita merasa sangat terpaksa. Tapi, kemudian, ketika ada sebuah kejadian, kita baru sadar bahwa ternyata kita sudah memiliki persiapan yang lumayan, persiapan dari kegiatan yang kita lakukan terpaksa pada awalnya tersebut.

3. “Terpaksa” mengamankan gaya hidup yang di luar wajar: godaan ketika banjir job salah satunya adalah gaya hidup. Ingin meng-update apa saja yang sebenarnya tidak perlu. Lebih mengutamakan keinginan semu daripada kebutuhan primer. Awalnya, tidak ada masalah. Namun, lama-lama, gaya hidup yang seperti itu hanya akan tinggal kenangan. Berakhir tragis, terlebih saat tak ada cadangan uang sama sekali. Siapa yang akan menolong? Sementara, freelancer tak mendapatkan jaminan uang pensiun selain dari dirinya sendiri yang mengupayakannya. Untuk itulah, investasi mungkin bisa dijadikan “penyelamat” gaya hidup freelancer agar tidak tergoda dengan hal-hal yang sifatnya kesenangan sesaat saja. Ketika ia ingin berperilaku di luar kewajaran, ia akan sadar bahwa saat ini ada hal wajib yang harus ia lakukan terlebih dahulu.

Kenapa kesannya menderita banget, sih?

Enggak juga, sih. Belajar pun kesannya juga menderita, tapi berakhir bahagia. Iya, kan? 😀

Toh, freelancer tetap bisa senang-senang sewajarnya meskipun ia memiliki tanggung jawab lain yang sifatnya wajib. Porsi normalnya sih sepertiga untuk konsumsi, sepertiga untuk investasi dan tabungan, dan sepertiganya untuk mereka yang membutuhkan. Meskipun pada praktiknya tentu saja tentatif sesuai dengan kondisi, yang penting masih tetap di dalam jalur.

Jika saat ini Anda adalah seorang pekerja lepas dan merasa belum perlu untuk mengalokasikan penghasilan Anda untuk investasi, mungkin sedikit opini di atas bisa mempersuasi.

Ingat bahwa freelancer adalah pekerja mandiri, “hidup” dan “mati” tidak dijamin oleh instansi atau perusahaan, tidak ada pensiun dan segala macam. Tapi, dengan strategi, freelancer pun bisa menikmati hidup aman, nyaman, dan tenang selayaknya mereka yang mendapat jaminan.

Semangat!

Foto ilustrasi: google

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah adalah penulis puluhan buku dan ratusan artikel.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *