Palestina Kembali Membara, Berikan yang Terbaik yang Kita Punya

By | April 3, 2018

Jumat, 30 Maret 2018, Bumi Gaza kembali memanas, Palestina kembali membara disaat rakyat Palestina melakukan Pawai Kepulangan (The Great March of Return). Sedikitnya 15 warga Palestina Syahid dan 1000 orang lainnya terluka. Kecaman demi kecaman hadir dari seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Rakyat Indonesia yang memang memiliki kedekatan baik secara agama ataupun kemanusiaan tergerak hatinya, beramai-ramai menggelar unjuk rasa untuk bisa membantu dengan apa yang mereka punya. Mulai dari pawai kreatifitas hingga penggalangan dana dibuat untuk bisa membantu rakyat Palestina disana.

Tidak hanya di Indonesia, negara-negara lainpun ikut mengutuk apa yang dilakukan Israel dalam memborbardir, membunuh, dan melukai rakyat Palestina. Jerman misalnya, melalu kementrian luar negerinya, menyuarakan keprihatinan atas insiden ini, dan mereka meminta agar kedua belah pihak dapat menahan diri sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diingiakan kembali. Italia pun bersuara, melalui menteri luar negerinya, Angelino Alfano, mendesak kedua belah pihak untuk berdamai guna meredakan ketegangan. Yang lebih luar biasa lagi adalah Irak, melalui menteri luar negerinya Ahmad Mahcub, dia mengatakan bahwa Negara Irak akan selalu mendukung Palestina. Dan ia menyebut, penggunaan senjata di jalur Gaza akan membawa dampak yang buruk dan itu adalah pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional.

Lalu, sekarang pertanyaannya adalah, apa yang sudah kita berikan kepada Palestina? Sungguh sudah banyak sekali cerita-cerita heroik disana. Tentang ibu-ibu yang mengikhlaskan anaknya untuk syahid, tentang anak-anak yang selalu berhadapan dengan tank-tank Israel. Duhai sahabat, mari sisihkan harta kita, mari berikan sebagian kesenangan kita untuk mereka yang mempertahankan kiblat pertama ummat muslim, Masjid Al Aqsho. Jikalau kita saat ini bisa dengan lelap tidur dimalam hari, mereka, yang berada nun jauh di Palestina, mungkin menganggap tidur yang nyenyak adalah tidur saat di kuburnya. Bahkan para muslimah disana selalu menggunakan hijabnya bahkan saat dirumah dan saat mereka tidur, karena mereka khawatir sewaktu-waktu bom meledak dan jasad mereka ditemukan tanpa menutup aurat maka amatlah malu mereka.

Yuk sahabat, berikan doa terbaik dan sedikit apa yang kita punya untuk mereka, saudara kita di Palestina.

Sahuri Nur

Majalah Ummi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *