Mewaspadai Pencurian di Dunia Penulisan

By | February 28, 2017

Pencurian ide yang bisa terjadi di mana saja dan siapa saja, enggak hanya penulis. Masalah pencurian ide ini agak absurd karena si pencuri bisa berdalih apapun. Semua tergantung hati nurani.

Contoh sederhana: Saat istirahat makan siang di kantin, Roni dan teman-temannya ngobrolin cara mendapatkan atau memenangkan proyek A. Roni menggebu-gebu menceritakan ide-ide briliannya.

 

Ndilalah saat meeting, Absurd (teman Roni yang ikut makan di kantin) menyampaikan semuuaaa ide-ide Roni tanpa bilang bahwa itu idenya Roni. Jadi atasan menganggap bahwa ide-ide brilian itu milik Absurd.

Kalau kita jadi Roni, gimana kira-kira? Pasti keki. Walau enggak ada di undang-undang alias peraturan tertulis, tapi apa yang dilakukan Absurd jelaslah sangat tidak etis. Dalam dunia penulisan, hal tersebut cukup sering terjadi.

Janganlah demi pengunjung banyak/agar disukai kita copas tulisan orang lain tanpa sumber. Karena kalau seperti itu apa bedanya dengan istilah “hanya mentingin rating” di dunia pertelevisian. Semoga kita semua terhindar. Aamiin.

Referensi tulisan lain pasti ada, that’s why ada tempat tersendiri bernama daftar pustaka.

Mari kita junjung tinggi prinsip menulis dari dan dengan hati nurani

So, let’s writeee.

 

Penulis:

 

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo “penghuni” www.rumahmiyosi.com ini adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *