Menjadi Ibu Hamil yang Enggak Mudah Baper

By | March 6, 2017

Konon karena pengaruh hormon, ibu hamil akan menjadi lebih sensitif daripada biasanya. Kalau kadar sensitifnya masih dalam taraf wajar sih enggak masalah ya, tapi kalau sudah sangat berlebihan … Ehm sepertinya harus mendapatkan treatment khusus. Bukannya apa-apa sih, karena kalau kondisinya terus-menerus seperti ituu yang rugi malah diri sendiri (enggak bisa menikmati hamil), dedek bayi (debay) dalam perut pun juga bisa stress, termasuk orang-orang sekitar yang ngerasa enggak enak juga.

 

Hamil adalah peristiwa penting dan berharga. Jadi, sudah seharusnyA jika masa-masa kehamilan menjadi masa yang paling menyenangkan karena tidak akan pernah bisa diulang. Setiap kehamilan yang dialami punya sensasinya sendiri.

 

Nahh, gimana menjadi ibu hamil yang enggak mudah baper? Bagi Sahabat Ummi yang saat ini sedang mengandung buah hati, beberapa tips ini bisa dicoba:

 

1. Syukuri

 

Tidak semua wanita yang sudah menikah bisa langsung hamil. Ada juga yang butuh berjuang dulu dengan waktu yang tidak singkat. Itu sebabnya, bersyukurlah diberi kepercayaan oleh Allah untuk bisa mengandung buah hati. Biasanya (meski bukan jaminan pasti), yang sudah lamaa menantikan kehadiran anak akan sangat bisa menjiwai rasa syukur ini. 

 

2. Terima kondisi yang pastinya akan berbeda

 

Sebelum hamil bisa pergi ke mana saja, setelah hamil tentu berbeda. Sebelum hamil begitu lincah, setelah hamil ada saja satu dua keluhan. Terima saja. Nikmati. Di luar sana ada begitu banyak ibu yang ingin merasakan kondisi serupa tapi belum diberi kesempatan.

 

3. Terima perubahan bentuk tubuh

 

“Kok jadi gendut?”

“Malu ah keluar kalau penampakannya gini,”

“Enggak pede buat pergi-pergi,”

 

Santai aja kali, Bun. Ntar juga langsing lagi. Selama hamil terima saja segala perubahan fisik yang ada. Yang penting gizi debay tercukupi.

 

4. Olahraga sesuai usia kehamilan

 

Tujuan olahraga ibu hamil ini adalah agar sehat dan semangat. Jenis olahraganya pun disesuaikan dengan usia kehamilan. Tidak perlu olahraga berat yang penting rutin. Jika khawatir, bisa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

 

5. Ikut grup ibu hamil

 

Ikut grup hamil ini tujuannya agar bisa saling berbagi info dan tidak merasa sendiri.

 

6. Sharing dengan orang-orang terdekat: orangtua, mertua, saudara, & sahabat

 

Mereka tentu adalah pihak-pihak yang berpengalaman dalam mengurus bayi dan tentunya hamil. Kita bisa mendapatkan banyak cerita tentang kehamilan di zaman dulu itu seperti apa.

 

7. Tidak terlalu memusingkan hal-hal yang tidak bisa dikontrol

 

Salah satu hal yang tidak bisa dikontrol adalah komentar orang lain yang negatif. Kita tidak bisa menyuruh mereka diam kan. Yang bisa kita lakukan ya menenangkan diri sendiri agar enggak terlalu membawa ke hati jika ada pernyataan orang lain tentang kehamilan yang menusuk.

 

8. Memikirkan hal-hal yang penting

 

Lebih memikirkan mendata pakaian bayi daripada ngurusin debat kusir calon ketua RT. Lebih memilih belajar bagaimana mengurus bayi daripada mengurusi perdana menteri negara anu yang katanya ganteng. Atau, hal-hal semacamnya. Kita sendiri sudah bisa menyaringnya kok.

 

 

Selama kurang lebih 9 bulan (dan itu kalau dijalani terasa begitu cepat), ibu hamil akan menjalani petualangan seruu. Nikmati saja. Semua itu tidak akan bisa disetel lagi. Nikmati setiap momen yang ada sebelum masuk ke babak baru yakni officially menjadi ibu.

 

Happy mommy, happy baby. 

 

 

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah alias @miyosimiyo pemilik www(dot)rumahmiyosi(dot)com adalah istri, ibu, penulis, & pembelajar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *