Mandi dengan Air Doa

0 10

Bu Herlini, beberapa waktu lalu saya mengikuti tes kerja. Tanpa saya tahu, Ibu saya berkonsultasi dengan seorang laki-laki yang menurutnya shalih karena tidak pernah ketinggalan shaum sunah dan menjaga wudhu. Tujuannya untuk membantu mendoakan saya agar diberi kelancaran. Laki-laki itu juga memberikan sebotol air yang sudah didoakan serta minyak wangi asihan yang harus saya pakai mandi untuk memperlancar tes saya.

Terus terang saya tidak percaya, tapi untuk menyenangkan Ibu, saya meminum airnya dan sebagian saya gunakan untuk mandi. Saya pikir cuma air saja, lagi pula saya tidak percaya. Sedangkan minyak wanginya saya biarkan.

Bagaimana hukumnya, Bu, apakah tindakan saya itu termasuk syirik? Lalu, apakah yang saya lakukan untuk menyenangkan Ibu juga dikatakan salah?

 

Wida Mirawati, Cianjur

 

Jawaban

Hal-hal seperti ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Apabila seorang hamba berhajat membutuhkan pertolongan dan bantuan Allah, maka cukuplah baginya berdoa pada Allah dan mendekatkan diri dengan mengamalkan ibadah-ibadah yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw seperti shalat tahajud, shaum sunnah dan sebagainya.

Firman Allah dalam QS Al-Baqarah: 186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Apabila ada perintah orangtua yang bertentangan dengan ajaran Allah, maka tidak layak mematuhi perintah tersebut. Walau demikian, seorang anak tetap harus berbakti pada orangtua. Firman Allah dalam QS Luqman: 15, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kupostkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Jadi untuk menyenangkan hati orangtua tidak perlu dengan melakukan sesuatu yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw.

 

 

loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.