Inilah 7 Manfaat Investasi yang Menggiurkan

By | May 17, 2016

Sahabat Ummi, selain memiliki risiko, investasi juga memiliki manfaat. Apa saja?

1. Investor bisa mendapatkan return atau keuntungan yang lebih besar

Investasi terutama pada sektor riil memiliki tingkat pengembalian atau keuntungan yang besar.

Coba saja misalnya emas, properti, dan tanah, meskipun ketiganya memiliki likuiditas yang rendah, namun saat ketiganya mampu terjual, maka investor akan langsung mendapatkan keuntungan yang banyak.

Contoh lain, misalnya usaha, meski investor harus bersusah-payah dulu pada awal merintis usaha tersebut, namun bila usaha tersebut berhasil, investor bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Kedua contoh di atas mengindikasikan bahwa, bila investor pandai mengelola investasi yang dalam contoh tersebut adalah investasi pada sektor riil, hasil yang didapat tentu akan sangat banyak.

Sebaliknya, bila investor kurang cakap, investor akan mendapatkan risiko yang besar pula. Seperti misalnya seorang pengusaha yang tidak cakap dalam menjalankan seluruh investasinya, maka pengusaha tersebut akan kehilangan seluruh asetnya.

 

Baca juga: Inilah 3 Risiko Investasi yang Wajib Diwaspadai

 

2. Pertumbuhan ekonomi akan berjalan dengan baik

Investasi terutama pada sektor riil akan merangsang pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. Dalam hal ini, investor tak hanya bisa mengambil untung untuk dirinya sendiri, namun juga orang lain.

Sebagai contoh, seorang investor menginvestasikan uangnya dalam sektor riil yaitu dengan membuka jasa penulisan SEO. Secara tidak langsung, investor tersebut telah menciptakan lapangan kerja baru, di mana ia pasti meng-hire para penulis untuk menjadi bagian dari proyek atau perusahaan SEO-nya. Semakin banyak order yang diterima oleh pengusaha di bidang jasa penulisan SEO, tentu pendapatan yang ia terima semakin besar, dan semakin banyak pula penulis-penulis yang direkrut untuk menjadi bagian dari proyek tersebut.

Mungkin salah satu penulis SEO tersebut ada yang berinisiatif untuk membuka jasa SEO sendiri. Dia juga merekrut penulis-penulis lain untuk ikut bergabung dalam proyeknya. Begitu pula seterusnya, sehingga dari kegiatan tersebut terlihat bahwa ada pergerakan ekonomi yang dinamis dan tidak statis.

Uang yang diinvestasikan untuk usaha riil tersebut memang benar-benar berputar dengan begitu dinamis. Sehingga, penghasilan yang diterima oleh pengusaha jasa penulisan SEO tersebut memang benar-benar merepresentasikan usahanya di dunia nyata, tidak hanya sekadar menyetor uang lalu tidak melakukan apa-apa, dan kemudian di masa depan mendapatkan hasil dari uang yang telah ia setorkan tersebut.

Terlihat sekali bukan, bahwa investasi terutama pada sektor riil seperti dicontohkan sebelumnya bisa menggerakkan aspek-aspek yang lain, tak hanya bisa mensejahterakan diri sendiri namun juga orang lain.

3. Adanya kompetensi yang sehat

Investasi terlebih pada sektor riil menyebabkan kompetensi yang sehat.

Bagaimana bisa.

Tentu saja.

Setiap investor berupaya untuk mendapatkan yang terbaik dari hasil investasinya. Mereka tidak mau kalau investasinya tersebut sia-sia. Investor benar-benar merasakan bagaimana susahnya mendapatkan uang, itu sebabnya investor selalu berinovasi dan memperbaiki terus menerus untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Bayangkan bila kondisi ideal tersebut terjadi di suatu negara. Tak heran, bila produk Jepang memiliki kualitas yang sangat bagus karena tingginya kompetisi di antara para pengusaha yang ada di sama. Kalau ingin hasil yang maksimal dan memuaskan, tentu harus berusaha, dan tak hanya berpangku tangan.

Mindset yang diajarkan pada investasi terutama pada sektor riil memang mengajarkan kepada investor untuk tidak bermalas-malasan dan kreatif terhadap inovasi, serta selalu siap dalam menghadapi kompetisi.

4. Adanya interaksi antara investor dengan yang mengelola modal bisa menambah link yang mungkin bermnfaat bagi kedua belah pihak

5. Membiasakan masyarat untuk tidak bersikap konsumtif

6. Membiasakan masyarakat untuk membuat target jangka panjang. Sedikit banyak investasi telah mengubah hidup masyarakat dari yang tadinya hanya berpikir untuk jangka pendek saja menjadi berpikir untuk kepentingan jangka panjang.

7. Membiasakan diri bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang baik di masa depan dibutuhkan pengorbanan pada masa sekarang. Misalnya seorang karyawan ingin naik haji sepuluh tahun lagi. Bisakah keinginan tersebut terealisasi bila ia tidak merencanakannya sejak sekarang.

Referensi: Ariefiansyah, Miyosi. 2011. Jago Investasi. Jakarta: Laskar Aksara.

Foto ilustrasi: google

Profil Penulis:

Miyosi Ariefiansyah adalah penulis yang berasal dari Kota Wisata Batu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *