Inilah 4 Alasan Mengapa Investasi Menjadi Sebuah Keharusan di Zaman Sekarang

By | May 17, 2016

Sahabat Ummi, dewasa ini, istilah investasi sudah semakin tidak asing lagi di telinga masyarakat. Bahkan, untuk masyarakat di daerah perkotaan, investasi juga termasuk dalam gaya hidup. Sebenarnya, pentingkah kita berinvestasi? Apakah harus?

Sebelum memutuskan akan berinvestasi saat ini atau nanti, sebaiknya kita mengetahui lebih dulu beberapa alasan yang membuat seseorang menganggap investasi sebagai sebuah keharusan atau kewajiban, yaitu:

1. Demi sebuah keamanan finansial di masa depan

Siapa yang bisa memprediksi kondisi perekonomian kita sepuluh tahun lagi. Bila sekarang kita adalah seorang karyawan pada salah satu perusahaan besar dan mapan dengan gaji yang kita terima per bulannya adalah puluhan juta. Apakah kita bisa menjamin sepuluh atau dua puluh tahun lagi kondisinya akan sama? Bisa jadi memang lebih baik, tapi bisa juga tidak. Siapa yang bisa menjamin 100% bahwa perusahaan tempat kita bekerja akan tetap survive.

 

Baca juga: Inilah Investasi Terbaik Kita Selama Hidup Di Dunia

 

Siapa juga yang bisa memastikan bahwa kondisi kesehatan kita 10 sampai 15 tahun mendatang akan tetap baik-baik saja. Ketidakpastian tersebut mendorong kita untuk berjaga-jaga bilamana terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan, kita tidak akan ambruk dan bangkrut karena kita masih memiliki cadangan atau simpanan.

Coba bayangkan bila kita bersikap sembrono di masa muda. Apa yang akan terjadi kira-kira? Bukan berarti kita tak boleh senang-senang, tentu saja tidak. Kita boleh saja bersenang-senang menikmati kekayaan yang kita miliki pada masa sekarang ini, namun kita harus tetap ingat bahwa tak ada sesuatu yang stagnan di dunia ini. Semuanya serba berubah termasuk kondisi ekonomi. Dan hal itulah yang harus kita waspadai.

2. Setiap manusia memiliki keinginan

Bahwa keinginan manusia memang tidak terbatas. Biasanya kita melakukan investasi karena ingin menggapai suatu impian. Misalnya, seorang karyawan yang baru saja diangkat sebagai pegawai tetap mengingkan rumah dan mobil. Pertanyaannya, mungkinkah keinginan tersebut bisa direalisasikan saat ini juga? dengan asumsi karyawan tersebut tidak dibantu siapa-siapa dalam merealisasikan keinginannya (tidak mendapatkan subsidi dari pihak ketiga yaitu orangtua).

Jawabannya tentu bisa, yaitu dengan menabung dan menahan keinginan lain di saat ini, demi mewujudkan keinginan lainnya yaitu memiliki rumah dan mobil. Dalam istilah ekonomi hal tersebut disebut dengan opportunity cost atau biaya peluang, bahwa setiap kita menginginkan sesuatu kita harus melepas atau mengorbankan keinginan yang lain.

3. Untuk mengendalikan diri dari sifat boros

Investasi bisa dipergunakan seseorang sebagai alat untuk mengontrol dirinya sendiri. Bila seseorang sudah berkomitmen untuk menyisihkan berapa persen penghasilannya untuk berinvestasi, maka secara tidak langsung orang tersebut sudah membatasi pembelanjaannya. Tentu saja dalam praktiknya, orang tersebut harus dibantu oleh pihak lain, misalnya saudara dekat atau pasangan. Pihak ketiga biasanya dipergunakan sebagai controller agar program investasi berhasil.

4. Untuk mendapatkan keuntungan

Mengapa seseorang berinvestasi saham, tentunya karena ingin mendapatkan deviden. Mengapa seseorang berinvestasi tanah, mungkin ingin mendapatkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli saat ia menjualnya di masa depan. Semua tujuan-tujuan tersebut mengacu pada satu hal yaitu ingin mendapatkan keuntungan yang lebih dari hasil kegiatan investasinya.

Referensi:

1. Ariefiansyah, Miyosi. 2011. Jago Investasi. Jakarta: Laskar Aksara.

Foto ilustrasi: google

Profil Penulis:

Miyosi Ariefiansyah adalah penulis yang berasal dari Kota Batu.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *