Hadiah Cinta dari Instanbul

0 17

Judul Buku: Hadiah Cinta dari Instanbul

Penulis: Fairuz Abadi

Penerbit: Halaman Moeka Publishing

Tebal: 593 Halaman

Sampai-sampai saya harus membawa anak-anak keliling kota dengan kereta demi memiliki waktu untuk membaca novel berkualitas yang masya Allah… Saya memang tidak memiliki prioritas waktu untuk membaca buku berjenis novel. Setiap hari paling hanya memiliki waktu untuk membaca buku anak-anak atau buku agama dan buku parenting yang saya butuhkan untuk diri saya. Tapi saya tergoda untuk membaca novel ini karena banyak testimoni yang menyebutkan bahwa membaca novel ini akan sekaligus menggiring kita belajar keagungan Islam dan sejarah Islam.

Masya Allah, subhanallah tak henti-hentinya saya bertasbih saat membaca paragraf-paragraf yang begitu berbobot. bertasbih atas ajaran islam yang begitu sempurna, ketinggian akhlak yang begitu mulia serta sejarah yang mengobar semangat saya untuk ikut dalam perjuangan penegakkan kembali masa kegemilangan Islam.

Penulis membungkus dakwah dengan untaian kisah yang unik dan mengharukan. Membuat konten utama dakwah yang ingin disampaikan menjadi lebih gurih dengan bumbu kisah. Betul-betul memahami bahwa kebanyakan wanita justru akan lebih mengingat suatu konsep ilmu jika terikat dalam kisah. Rasanya jarang atau tidak ada novel yang tersaji lengkap dengan catatan kaki referensi shohih. Penggalan kisah dari seorang tokoh utama yang digambarkan paham agama, telah memberi ruang bagi penulis untuk menyampaikan keluhuran konsep islam dengan begitu cantik dan piawai. Membacanya seperti menggiring kita untuk belajar sejarah kejayaan dan keruntuham Islam, juga belajar tentang keluhuran akhlak Islam.

Ada rasa cemburu yang muncul dalam hati saya. Cemburu terhadap penulis yang mendapat kesempatan untuk memperdalam ilmu Allah dengan begitu luasnya. Kekuatan referensi dan kepiawaian menguntai kata menunjukkan kedalaman ilmu yang beliau miliki. Rasa cemburu ini semakin menguatkan rasa kerinduan saya akan sebuah kesempatan mempelajari Islam seperti tokoh tokoh yang dimunculkan dalam kisah novel ini. Paling tidak kecemburuan ini menimbulkan kerinduan untuk mendidik anak anak saya menjadi manusia-manusia mulia dengan kedalaman ilmu dan keluhuran akhlak sehingga wajarlah jika kualitas manusia seperti ini dapat menjalankan sebuah pernikahan dakwah yang begitu berkualitas seperti yang digambarkan dalan kisah ini. Meski kisah ini adalah kisah fiktif, tapi saya yakin ia muncul karena pemahaman sang penulis akan kesempurnaan konsep Islam. Kiki Barkiah

 

loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.