Gaji di Bawah Standar, Apa Maksudnya?

By | October 4, 2017

Bagaimana bila gaji yang kita terima ternyata jauh di bawah standar? Sebenarnya, persepsi gaji yang jauh di bawah standar adalah tergantung dari sudut pandang kita. Ada beberapa hal yang mempengaruhi, di antaranya adalah:

§  Kita adalah tipe yang high expected

Mungkin di antara kita ada yang memiliki tipe over high expected terhadap diri sendiri. Kita memandang diri kita terlalu tinggi sehingga kita merasa tidak pantas dengan gaji yang saat ini kita terima. Akibatnya, kita merasa tidak nyaman. Jika kita termasuk pada tipe ini, sebesar apapun gaji yang kita terima, kita selalu menganggapnya rendah.

§  Kita adalah tipe yang ulet

Bila kita adalah tipe orang yang ulet maka kita akan menganggap pekerjaan yang sedang kita jalani sebagai anak tangga. Anak tangga-anak tangga tersebut akan selalu dapat membawa kita ke tempat yang lebih tinggi. Kita tak terlalu memandang diri kita tinggi atau rendah.Namun, kita harus terus berupaya untuk mendapatkan yang lebih baik. Kita juga harus tekun dalam melakukan pekerjaan kita saat ini. Bila toh saat ini upah atau gaji yang kita terima tidak sesuai dengan gelar atau pendidikan, kita harus tetap percaya dan berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik lagi tanpa harus mengeluh.

§  Lingkungan

Mungkin kita telah menganggap gaji yang diperoleh sudah cukup. Namun ternyata lingkungan pergaulan kita menyatakan sebaliknya. Kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa jika hanya memiliki gaji dengan jumlah sekian. Akibatnya, kita pun terpengaruh dan mulai merasa gaji yang di bawah standar. Sebenarnya tidak masalah jika kita merasa demikian sejauh dapat membuat kita lebih berusaha mencari yang lebih baik. Namun, perasaan itu tentu saja tidak boleh mempengaruhi kinerja dan gaya hidup kita.

§  Gaya hidup

 

Bisa saja sebenarnya gaji kita sudah cukup atau lebih dari cukup, namun gaya hidup kita melebihi kemampuan kita. Bisa ditebak apa yang akan terjadi? Kita akan selalu merasa kurang dengan penghasilan yang kita miliki. Biasanya, godaan gaya hidup ini akan sangat terasa ketika kita bergaul di kota besar. Godaan gaya hidup juga akan lebih berpengaruh pada wanita dibandingkan pada pria.

 

Daftar Pustaka:

Ariefiansyah, Miyosi. 2012. “Cash Flow Management untuk Awam dan Pemula”. Jakarta: Laskar Aksara.

 

Penulis:

Miyosi Ariefiansyah atau @miyosimiyo pemilik www(dot)rumahmiyosi(dot)com adalah istri, ibu, penulis, dan pembelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *