Dalam Rumah Tangga yang Bisa Mengalah adalah Pemenang

By | April 26, 2017

Sahabat Ummi, sifat mengalah merupakan sifat yang hanya bisa dimiliki orang-orang yang kuat. Seorang yang lemah, takkan bisa mengalahkan egonya untuk sekadar menahan diri. 

 

“Orang kuat bukanlah yang kuat dalam bergulat, namun orang yang mampu menguasai dirinya tatkala Marah.”
(HR. Muttafaq 'Alaih)

 

Betapa banyak keributan di jalan raya terjadi karena sifat tak bisa mengalah? Yang satu tak mau berhenti ketika lampu merah, yang satu tak mau memberi jalan. Akhirnya macet panjang, atau berantem di tengah jalan sesama pengendara.

 

Demikian juga dalam rumah tangga, suami istri yang tak memiliki sifat mau mengalah biasanya akan berkutat dalam keributan tak berujung.

 

Suami marah banting telepon, istri tak mau kalah… banting piring. Suami memaki, istri mencaci. Suami berteriak, istri menjerit. Rumah tangga selalu dalam kondisi perang.

 

Jika tak ada yang bisa mengalah sejenak, sekadar diam menahan diri, bisa dipastikan usia rumah tangga yang seperti ini takkan lama.

 

Sahabat Ummi, kita perlu belajar mengalah, karena dalam rumah tangga, pihak yang bisa mengalah justru adalah pemenangnya. Menang dari siapa? Tentunya menang dari hasutan syetan.

 

Sangat naif pasutri yang merasa rumah tangganya tidak diganggu syetan. Faktanya, setiap saat syetan selalu berusaha memisahkan seorang istri dari suaminya.

 

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)

 

Sahabat Ummi, mengalah adalah sikap sederhana yang diawali dari keinginan untuk tidak memperpanjang masalah. Miliki sifat ini, maka diri kita akan mudah bergaul dengan siapa pun, tanpa khawatir berkonflik. Karena seorang pengalah adalah pemenang dari pertarungan melawan nafsunya.

 

Foto ilustrasi : Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *