Cara Agar Doa Terkabul

By | January 8, 2018

Sahabat Ummi, doa adalah senjata orang mukmin. Begitulah yang sering kita dengar, tidak asing bukan? Islam menganjurkan umatnya agar senantiasa berdoa dengan menengadahkan tangan, menundukan hati dan berharap penuh hanya Kepada-Nya. Semua manusia tentu  memiliki harapan, keinginan, cita-cita yang dilapisi dan dibungkus rapi dengan yang namanya doa.

Tapi apakah ketika kita berdoa sudah sesuai dengan adab? Apakah doa memang memiliki adab? Lalu, mengapa doa kita tak juga terkabulkan?

Islam telah mengatur segalanya. Hal sederhana seperti masuk kamar mandi saja memiliki adab-adab yang baik, apalagi berdoa kan?

Doa merupakan ibadah penghambaan dan ketaatan kepada Allah. Dulu saat masih kecil dan kita memiliki keinginan, biasanya kita akan utarakan keinginan tersebut kepada orang tua bukan? Dan agar keinginan itu dipenuhi, tak jarang kita merayu dan memuji orangtua kita agar hati mereka luluh dan keinginan kita pun dapat terwujud. Nahh, seperti itulah kita ketika berdoa.  Agar doa terkabul, kita harus memahami adab-adanya. Sebab yang akan kita pinta adalah Rabb semesta alam.

Adab-adab dalam berdoa mari kita sama-sama pelajari dan pahami berdasarkan waktu, suasana, tempat dan hal-hal yang harus kita lakukan agar doa itu dapat segera dipenuhi.

Doa berdasarkan waktu yang mustajab yaitu ketika (1) sepertiga malam (pukul 2-3 dini hari) pada saat itu kita baiknya mendirikan sholat malam,  (2) ketika selesai adzan dan sebelum iqomat karena pada saat itu pintu-pintu langit terbuka, (3) pada hari jumat karena hari jumat adalah hari yang paling baik.

Doa berdasarkan suasana dan tempat  seperti, (1) saat turun hujan lebat, sebagian dan kebanyakan orang ketika hujan deras dan lebat banyak dari kita berlari menuju kasur, melepaskan semua beban dan kepenatan di pikiran dengan cara tidur. Memang itu baik, tapi apakah kamu tahu, bahwa ketika hujan deras itu adalah saat mustajab untuk berdoa?  Hal ini mungkin jarang dilakukan oleh orang, mungkin  juga banyak orang yang belum mengetauinya. Nah, mulai saat ini apabila hujan deras datang, mari kita sedikit sediakan waktu untuk berpikir, merenung dan berdoa kepada-Nya.

Baca juga: Inilah Doa yang Paling Disukai Rasulullah

Kemudian kita berdoa ketika (2) berada di Multazam, (3) pada saat Padang Arafah, (4) ketika Idul Adha akan tiba dan banyak saudara sesama Muslim yang hendak menunaikan haji, maka mintalah doa darinya.

Wahai sahabatku, (5) pada saat akad nikah. Sebab pada waktu tersebut merupakan saat-saat yang baik untuk berdoa. Mengapa? Karena pada saat berlangsungnya akad nikah, akan ada dua insan yang sedang mengucapkan ikrar pernikahan, dan saat itu lah Allah serta para malaikat Allah turun menjadi saksi atas ikrar tersebut.

Adab-adab doa berdasarkan amalan dan yang harus kita lakukan seperti, (1) ketika kita telah berusaha keras dengan segala upaya  tuk melakukan yang terbaik, maka imbangi dengan mendirikan ibadah sunnah agar semakin dekat padaNya (2) kita juga harus mencoba untuk mengendalikan hati untuk tetap berprasangka baik kepadaNya, (3) jangan sampai terlintas pemikiran, prasangka buruk terhdapNya, (4) senantiasa mengingat bahwa Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Tidak boleh terbesit setitik prasangka dalam hati kita perkara buruk tentangNya, setelah dengan usaha keras kita juga (5) harus mengiringi dengan amalan yang baik, seperti silaturahim kepada keluarga, kerabat dekat dan saudara sesama, (6) jangan lupa untuk bersedekah kepada orang fakir dan anak yatim, (7) bersikaplah baik terhadap orang tua, hormatilah mereka, muliakanlah orang tua, khususnya ibu,  mintalah doa ibu.  Doa ibu langsung sampai kepada Yang Maha Mendengar.

(8) Memastikan hanya mengonsumsi yang halal. Ketika kita hendak makan, tanyakan terlebih dahulu pada diri sendiri, apakah makanan yang kita makan adalah halal? Bukan sekadar makanannya, tapi dengan cara yang kita dapatkan  apakah itu sudah halal? Kalo pun zat makanan tersebut halal, tetapi mendapatkan makanan dengan cara berbohong, mencuri, dan korupsi, apakah itu bisa dibilang halal? Bisa jadi doa kita terhalang (tidak terkabul) oleh makanan kita yang tidak halal yang telah masuk ke dalam perut.

Adapun adab berdoa dalam amalan-amalan yang harus kita lakukan. Ingatlah ketika kita meminta, kita berdoa itu aritnya kita datang pada Maha Suci. Apakah sudah bersih diri kita? Baik itu dari pikiran, hati, dan jiwa. Maka ketika hendak datang tuk berdoa, terlebih dahulu kita sapu, kita bersihkan diri kita, pikiran dan hati yang selalu kotor dengan noda-noda dan jiwa yang sering kali lalai dan pergi dari-Nya. Yang baik dan pertama kita lakukan adalah dengan memohon ampun pada-Nya, meminta maaf atas segala kesalahan, kelalaian, keburukan dan dosa yang bertubi-tubi yang kita lakukan. Mengingat dan merekam ulang semua kesalahan dan dosa kita dan utarakan semua itu pada-Nya.

Lalu, pujilah Dia dengan pujian terbaik untuk-Nya dengan Asmaul Husna, kemudian lanjutkan dengan mengucapkan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Keadaan  terbaik bagi seorang manusia adalah  keadaan sujud. Sebab pada saat sujud adalah keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya. Maka lakukan hal-hal tersebut dalam keadaan sujud terakhir dalam shalat, dalam keadaan sujud terakhir  pula rendahkanlah diri serendah-rendahnya, merintihlah pada-Nya, Seperti halnya pengemis yang sedang meminta-minta, berkata dan berbincang lah pada Allah dengan lemah lembut, dengan suara lirih. Mari mengingat diri kita ini siapa? Apa yang kita miliki? Tak ada satu pun yang kita miliki. Semua itu adalah milik Allah dan kuasa-Nya, berdoalah dengan rasa takut dan penuh harap kepada-Nya, yakinlah bahwa Allah adalah Ya Mujib Maha Mengabulkan doa hamba-Nya,  jangan berdoa yang terkesan memerintah dan memaksa pada Allah, janganlah beroda dengan terburu-buru seperti bibir yang sedang komat-kamit, berdoalah dengan khusyuk pada-Nya, pun janganlah kufur nikmat pada Allah, mintalah yang terbaik dari Allah, sebab hanya Allah Maha Mengetahui segala yang terbaik bagi ciptaan-Nya.

(Tulisan sederhana ini sejujurnya adalah nasihat dan pengingat untuk diri sendiri.)

Profil penulis: Dinni Ariska, yang saat ini ia sedang menyelesaikan tugas akhir di perguruan tinggi. 
Ilustrasi: Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *