Tentang Ummi  /   Kontak  /   Iklan  /   Berlangganan  /   Agen
Logo Ummi
  1. Beranda
  2. /
  3. Sejarah Islam
  4. /
  5. Berhenti Berlebihan dalam Berpakaian, Malu dengan Kebiasaan Istri Rasulullah

   Rubrik : Sejarah Islam

Berhenti Berlebihan dalam Berpakaian, Malu dengan Kebiasaan Istri Rasulullah

  Ditulis Oleh Administrator Dibaca 651160 Kali

Berhenti Berlebihan dalam Berpakaian, Malu dengan Kebiasaan Istri Rasulullah
Berhenti Berlebihan dalam Berpakaian, Malu dengan Kebiasaan Istri Rasulullah

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Hal itu semua merupakan ayat-ayat Allah, supaya mereka berdzikir mengingat-Ku.” (QS. al-A’raf : 26)

Sahabat, Allah telah memberikan kita nikmat berpakaian, bahkan saat ini jenis pakaian muslimah sungguh luar biasa beragamnya. Ada banyak motif, warna, model, sungguh cantik. Tapi sudah tahukah bagaimana kebiasaan istri Rasulullah dalam berpakaian? Bukankah kita mengaku ingin mengikuti jejak beliau?

Sebagaimana Rasulullah yang biasa memakai pakaian bertambal dari bahan yang kasar, keluarga beliau pun memakai pakaian yang amat sederhana. Urwah bin Zubair berkata, “Aisyah tidak suka memperbarui bajunya (menggantinya dengan baju baru) melainkan menambalnya atau membaliknya.”

 

Baca juga: Begini Cara Sederhana Menerima dengan Ikhlas Jika Diri Pernah Disakiti

 

Semua pakaian istri Rasulullah itu berharga sangat murah sehingga Hasan al-Bashri pernah memperkirakan harga muruth (pakaian yang dibalutkan ke tubuh) istri beliau hanya dengan jumlah enam dirham.

Mungkin kita belum bisa sederhana dalam berpakaian sebagaimana ummul mukminin mencontohkan, tapi cobalah membiasakan menyedekahkan satu baju lama ketika kita membeli satu baju baru. Sedekahkan pula satu jilbab lama ketika kita mendapat satu jilbab baru. Mudahkan?

Satu hal lagi, pastikan hanya membeli pakaian mewah atau mahal untuk keperluan yang benar-benar penting saja. Jangan sampai kita memiliki begitu banyak pakaian mahal hanya untuk dikoleksi.

“Barangsiapa meninggalkan suatu pakaian dengan niat tawadhu’ karena Allah, sementara ia sanggup mengenakannya, maka Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, lantas ia diperintahkan untuk memilih perhiasan iman mana saja yang ingin ia pakai.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Foto ilustrasi: google

Yuk, ikutan Tebar Wakaf Qur'an untuk para santri Penghafal Qur'an.
Donasi Rp 100.000,- Disalurkan untuk Lembaga Penghafal Qur'an
Transfer ke Bank BCA 5800.144.096 atas nama Yayasan Insan Media Peduli
Konfirmasi : 0857 1549 5905 (Purnomo)




Tag :


Mau Berlangganan MAJALAH UMMI CETAK hubungi 081546144426 (bisa via whatsapp).

Komentar

 

 

Top